Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Curanmor di Bekasi

Polda Metro Jaya Tangkap Komplotan Curanmor di Bekasi

Jakarta - Polda Metro Jaya menjaring komplotan pencuri motor yang sering kali beraksi di kawasan Bekasi. Komplotan tersebut sudah menjalankan aksinya sejak akhir tahun 2020 lalu, dan saat beraksi kelompok ini kerap menggunakan senjata api (senpi) rakitan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Yusri Yunus menyebutkan, petugas telah menangkap enam orang pelaku. Para pelaku berinisial B alias U, BS alias Usli, AR alias W, AS alias EW, DP serta NK. Polisi juga masih memburu penadah mereka yang berinisial A.

"Pertama B alias U, kemudian BS, AR alias W, AS alias EW, DP dan NK. Satu orang terkonfirmasi positif covid-19 jadi tidak dapat hadir. Sementara itu, satu lagi dengan inisial A masih dilakukan pengejaran," ujar Yusri saat konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (28/6/2021).

Yusri menambahkan, para tersangka selalu membawa senjata api rakitan saat melancarkan aksinya, mereka juga tidak segan-segan untuk melukai korbannya.

"Modusnya mereka patroli melihat-lihat kendaraan yang tidak dijaga pemiliknya, terus merusak kunci kendaraan korban dengan kunci T," imbuh Yusri.

Berdasarkan hasil penyelidikan,  komplotan curanmor tersebut telah mencuri di 15 tempat di kawasan Bekasi. Mereka biasa mengincar sepeda motor yang diparkir di depan rumah, toko, kontrakan, dan lain-lain.

Lebih lanjut Yusri menjelaskan, kendaraan yang berhasil mereka curi kemudian dijual kepada penadah berinisial A. Satu sepeda motor biasanya dihargai Rp2 juta sampai Rp2,5 juta oleh A.

Para tersangka pencuri motor diringkus di Bogor dan Bekasi. Kini, mereka telah dijerat pasal berlapis. Di antaranya adalah Pasal 363 dan Pasal 480 KUHP serta Undang-Undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata. "Ancamannya 10 tahun penjara ke atas," kata Yusri. [zf/kp]