Pesta Ulang Tahun Khofifah Dilaporkan ke Polisi

Pesta Ulang Tahun Khofifah Dilaporkan ke Polisi

Jawa Timur- Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak dan Plh Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono dilaporkan ke Polda Jatim oleh beberapa kelompok masyarakat. Pelaporan tersebut atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi saat pesta ulang tahunnya pada Rabu 19 Mei 2021.

Salah satu pelapor, yaitu Advokat Muhammad Soleh mengatakan pesta yang digelar Khofifah beserta jajarannya tersebut, telah melanggar dan bertentangan dengan aturan pemerintah tentang protokol kesehatan dalam penanganan covid-19 karena pesta tersebut dihadiri oleh banyak orang.

"Negara tidak melarang pesta ulang tahun, tetapi ketika pesta pernikahan itu dilakukan dalam situasi pandemi dan menghadirkan banyak orang tentu ini bertentangan dengan anjuran pemerintah," kata Soleh, di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Jatim, Surabaya, Senin (24/5).

Soleh menjelaskan, dalam Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor 800/2794/SJ, bahwa kepala daerah dilarang menggelar buka bersama, open house, atau kegiatan halal bi halal dengan jajarannya.

"Jika open house saja dilarang apalagi sekadar pesta ulang tahun," imbuhnya.

Menurut Soleh, pesta ulang tahun tersebut pun sudah melanggar Pasal 93 UU Nomor 6 tahun 2018 Kekarantinaan Kesehatan.

Pasal itu menyatakan bahwa setiap orang yang tidak mematuhi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 9 ayat (1) dan/atau menghalang-halangi penyelenggaraan kekarantinaan kesehatan sehingga menyebabkan Kedaruratan Kesehatan Masyarakat dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp 100 juta.

Soleh juga sempat meyinggung kasus serupa yang dialami Rizieq Shihab yang didakwa melanggar UU Kekarantinaan Kesehatan.

"Hukum diberlakukan untuk semua orang, tentu pejabat ketika melanggar sanksinya harus lebih berat dibanding orang biasa. Oleh karenanya kepolisian harus mengusut dugaan pelanggaran dalam kasua pesta ulang tahun Khofifah," tegas Soleh.

Di saat yang sama, Arek Aktivis 98 Suroboyo Tangi juga melaporkan Khofifah atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan dan gratifikasi.

Perwakilan Arek Aktivis 98 Suroboyo Tangi, Roni Agustinus, mengatakan selain melaporkan Khofifah atas dugaan tersebut, ia juga menyayangkan klarifikasi Khofifah yang menyebut bahwa video dan berita ulang tahunnya yang viral tersebut tidak faktual dan tidak objektif.

"Pelanggaran protokol kesehatan ini harus diproses secara hukum dan tidak ada pembedaan baik penjabat masyarakat dan lain sebagainya," kata Roni. [kp/zf]

"Jadi sama seperti masyarakat yang lain, ketika melakukan kegiatan kemasyarakatan juga dibubarkan dan diproses secara hukum. Jadi kami juga meminta persamaan kedudukan di depan hukum," lanjut Roni.

Khofifah pun sudah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maafnya dan tetap berdalih tidak ada pelanggaran protokol kesehatan seperti apa yang telah dilaporkan.

"Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada yang telah membaca berita atau video viral dengan bunyi pesta ulang tahun Khofifah ada kerumunan atau serupa," kata dia, Sabtu 22 Mei 2021.

"Bahwa, syukuran tanggal 19 Mei 2021 semua persiapan tanpa sepengetahuan apalagi persetujuan saya. Berita yang muncul cenderung tidak faktual dan tidak objektif," tegas Khofifah.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima laporan tersebut dan pihaknya akan mendalami serta menindaklanjuti kasus tersebut.

"Pada hari ini, ada dari LSM yang melaporkan ke SPKT Polda Jatim, laporan tersebut akan kami dalami dan kami tindak lanjuti tentang pelanggaran prokes," pungkas Khofifah. [kp/zf]