Oknum Propam Polri Main Shabu Coreng Citra Polri

Oknum Propam Polri Main Shabu Coreng Citra Polri

Palembang - Lagi, anggota Polri Jajaran Polda Sumatera Selatan terlibat narkoba. Tidak main-main, kasus terbaru penyalahgunaan narkoba jenis shabu-shabu kali ini melibatkan anggota Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumatera Selatan berinisial Briptu RP.

Briptu RP tertangkap petugas Polrestabes Palembang karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu seberat 0,39 gram.

Sebelum penangkapan, petugas dari Polrestabes Palembang telah lebih dulu mengintai gerak-gerik RP.

RP ditangkap petugas Polrestabes Palembang saat sedang melintas di kawasan Jalan Jenderal Sudirman tepatnya di simpang Rumah Sakit Charitas, Senin (5/7/2021).

Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polrestabes Palembang AKBP Mochamad Abdullah mengatakan, RP saat ini telah diamankan untuk diperiksa.

"Memang benar penangkapan itu, sekarang masih diperiksa," ujar Abdullah saat dihubungi pada Selasa (6/7/2021).

Sebelumnya,  telah ramai diberitakan sejumlah kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan anggota Polri.

Di antaranya, kasus yang melibatkan perwira menengah Polda Riau, Kompol Yuhanies Chaniago (53).

Yuhanies kini telah ditetapkan sebagai tersangka usai tertangkap menggunakan sabu di dalam mobilnya.

Selain itu, ada juga kasus penyalahgunaan narkoba yang melibatkan mantan Kapolsek Astanaanyar Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi bersama 11 anak buahnya.

Sebagai ganjaran, Yuni kini telah dicopot dari jabatannya sebagai Kapolsek Astanaanyar.

Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo memastikan polisi yang terlibat narkoba akan dipecat dan dipidana.

Berkaitan dengan kasus-kasus tersebut, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tegas meminta polisi yang tersandung kasus narkoba segera dibinasakan. Menurutnya, sebagai penegak hukum, seharusnya polisi bertugas memberantas narkoba, bukan terlibat di dalamnya.

"Terhadap yang melakukan pidana, utamanya narkoba, kalau memang sudah tidak bisa diperbaiki, kalau sudah tidak bisa dibina, ya sudah binasakan saja, yang begitu-begitu segera selesaikan," ujar Sigit dalam Rakernis Propam di Mabes Polri, Selasa (13/4/2021) lalu.

Lebih lanjut mengenai kasus RP, Abdullah juga menyebutkan, berdasarkan hasil pemeriksaan urine, RP terbukti positif menggunakan narkoba. Pihaknya kini juga tengah memburu pemasok barang haram tersebut.

"Kita belum tahu tersangka ini dapat barangnya di mana, sekarang masih dilakukan pemeriksaan," ucap Abdullah.

Kini RP telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Tentang Narkotika dengan ancaman 5 (lima) tahun penjara. Selain itu RP juga terancam dipecat sebagai anggota Polri.

Selanjutnya Abdullah juga menegaskan, RP akan diganjar sanksi sesuai dengan tindakannya dan akan terus memproses kasus tersebut, ia menilai perbuatan RP telah mencoreng nama baik Polri.

"Kami juga akan kenakan pidana untuk tersangka, kasusnya akan tetap berjalan," pungkas Abdullah.

Kini RP telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan Pasal 112 dan Pasal 114 Undang-Undang Tentang Narkotika dengan ancaman 5 (lima) tahun penjara. Selain itu RP juga terancam dipecat sebagai anggota Polri.[hs/kp]