Oknum Polisi Hamili Wanita di Makassar, Kompolnas: Usut Tuntas Kasusnya

Oknum Polisi Hamili Wanita di Makassar, Kompolnas: Usut Tuntas Kasusnya

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti kasus seorang oknum polisi yang hamili wanita di Makassar.

Kompolnas meminta agar Bripka F, selaku oknum anggota Polrestabes Makassar yang menghamili wanita inisial SAPS (24), diperiksa terkait persoalan narkoba.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, pemeriksaan Bripka F soal narkoba perlu ditelusuri karena ada pernyataan dari SAPS.

Poengky melanjutkan, muncul dugaan Bripka F tidak mau bertanggung jawab atas kehamilan SAPS dan memanfaatkan korban untuk kepentingan pribadi.

"Jika melihat berita yang diviralkan Saudari SAPS, patut diduga Bripka F tidak bertanggung jawab dan memanfaatkan pelapor demi kepentingannya, meskipun pada akhirnya Bripka F bersedia bertanggung jawab," ujar Poengky, Selasa (21/12/2021).

Poengky juga mengingatkan, polisi harus transparan dan profesional dalam penanganan kasus Bripka F.

Poengky menilai, kasus dugaan pelanggaran Bripka F harus diusut hingga tuntas.

"Tetap perlu ditelusuri apa saja dugaan pelanggaran yang dilakukannya untuk dapat ditentukan proses pemeriksaannya. Apalagi ada pernyataan Saudari SAPS bahwa yang bersangkutan dimintai uang untuk membeli narkoba. Tidak hanya Propam, Resnarkoba juga perlu memeriksa Bripka F secara profesional, transparan, dan akuntabel agar kasusnya dapat diungkap tuntas," ujar Poengky.

"Seorang anggota Polri harus menunjukkan citra diri yang bersih, termasuk bersih dari narkoba," tegasnya.

Sebagai informasi, dari postingan di media sosial hingga viral. Sebagai korban, SAPS mengaku dihamili oleh Bripka F.

Selain itu, korban menunjukkan beberapa percakapan Bripka F yang sering meminta uang kepadanya. Dalam percakapan itu juga mengungkapkan, melalui mobile banking beberapa kali korban mengirimkan sejumlah uang kepada Bripka F.

Kasus Bripka F yang sejak Juli 2021 ditangani Propam Polrestabes Makassar, kini ditangani Propam Polda Sulsel.

Sementara itu, Bripka F dalam penjelasannya membantah telah menghamili SAPS. Untuk membuktikan penjelasannya itu, pihak Propam Polda Sulsel sempat berencana melakukan tes DNA.

Namun setelah Bripka F sudah mengakui menghamili SAPS serta siap menikahi SAPS sebagai bentuk pertanggungjawaban atas perbuatannya.

Meski begitu, sebagai anggota Polri, Bripka F akan tetap menjalani sidang kode etik. Sebab, tindakan menghamili itu sudah menyalahi kode etik anggota Polri.

"Jadi dia tetap (melanggar) kode etik itu. Jadi sidangnya sidang kode etik nanti," jelas Kabid Propam Polda Sulsel Kombes Agoeng, Selasa (21/12/2021). []