Oknum Perwira Polisi Lakukan Pungli Dicopot dari Jabatan

Oknum Perwira Polisi Lakukan Pungli Dicopot dari Jabatan

Jombang - Beredar sebuah video viral di media sosial, seorang perwira polisi yang sedang melakukan pungli di pos penyekatan perbatasan Jombang-Lamongan pada Senin (31/5) tampak tawar-menawar tilang antara pelanggar lalu lintas dan oknum polisi, tepatnya di Desa/Kecamatan Kabuh, Jombang.

Dalam video tersebut, terlihat oknum polisi  tampak menyita SIM dan STNK dari seorang pelanggar lalu lintas.

Selanjutnya, polisi berpangkat AKP ini memberikan pilihan kepada pelanggar berupa sidang atau bayar di tempat. Si pelanggar pun memilih bayar di tempat karena ia tak mau repot mengikuti persidangan.

Lantas oknum polisi tersebut menawarkan nilai “uang damai” sejumlah Rp400.000 untuk pengendara motor dan Rp800.000 untuk pengendara mobil. Setelah melakukan negosiasi, si pelanggar hanya mampu membayar Rp20.000, lalu dinaikkan nilai menjadi Rp50.000.

Namun, oknum polisi tersebut menolak, karena menganggap nilainya terlalu kecil. Dia lantas meminta Rp150.000 kepada pelanggar. Setelah bernegosiasi, akhirnya keduanya sepakat "uang damai" Rp100.000.

Setelah diselidiki, oknum polisi tersebut diketahui adalah AKP G yang menjabat sebagai Kanit Binmas Polsek Ploso, Jombang.

Atas kejadian dari video itu, Kapolres Jombang AKBP Agung Setyo Nugroho mengatakan pihaknya langsung melakukan tindakan tegas dengan mencopot oknum perwira polisi tersebut dari jabatannya.

Sebagai langkah awal penindakan, Agung mencopot AKP G dari jabatannya hari ini. Yakni melalui surat perintah nomor Sprint/306/VI/OTL.3.3/2021. AKP G ditarik sementara waktu ke Polres Jombang untuk menjalani proses hukum terkait pelanggaran disiplin yang telah dia lakukan.

"Terkait tindakan pelanggaran yang dilakukan anggota, yang bersangkutan kami mutasi, kami tarik ke polres dalam rangka pemeriksaan. Langsung diproses oleh provost," ujar Agung kepada wartawan di Mapolres Jombang, Jalan KH Wahid Hasyim, Selasa (1/6/2021).

Selain mendapat sanksi dicopot dari jabatannya, AKP G juga akan mendapat sanksi lain terkait pelanggaran kode etik yang ia telah lakukan.

"Kami periksa saksi-saksi, kami proses sesuai aturan yang ada, " kata Agung.

"Apa bentuk sanksinya?" tanya wartawan.  "Nanti kita lihat hasil sidangnya," imbuh Agung.

Agung juga menyampaikan terimakasih kepada masyarakat yang turut serta mengawasi ulah anggotanya di lapangan.

Ia menegaskan pengawasan terhadap anggota Polres Jombang serta jajarannya akan terus diperketat.

"Kami lebih intensif melakukan pengawasan terhadap anggota saat bertugas di lapangan," tandas Agung. [kp/zf]