Mulai 1 September 2021 Ditlantas Polda Metro Jaya Terapkan Sanksi Tilang Bagi Pelanggar Gage

Mulai 1 September 2021 Ditlantas Polda Metro Jaya Terapkan Sanksi Tilang Bagi Pelanggar Gage

Jakarta - Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan aturan baru terkait perpanjangan kebijakan ganjil genap (gage) di wilayah hukum DKI Jakarta.

Mulai besok, para pelanggar ganjil-genap bakal dikenai tilang oleh polisi. "Akan diberlakukan sanksi tilang gage mulai 1 September," kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat ditemui di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (31/8/2021).

Sambodo menjelaskan, penerapan tilang ini usai pihaknya melakukan analisis dan diskusi dari sejumlah pihak terkait. Mekanisme penerapan tilang pelanggar gage itu nantinya akan menggunakan dua system, yakni secara manual dan elektronik menggunakan kamera e-TLE.

"Kami akan lakukan penindakan dengan tilang. Selain berjaga di mulut-mulut kawasan, petugas juga akan mulai melakukan penindakan dengan tilang, baik menggunakan kamera e-TLE atau tilang manual apabila ditemukan secara langsung oleh anggota yang bertugas hari itu," jelas Sambodo.

Para pelanggar tilang itu nantinya akan dikenai Pasal 287 UU Lalu Lintas terkait pelanggaran rambu lalu lintas dengan denda maksimal Rp 500 ribu. Di Jakarta sendiri saat ini terdapat tiga ruas jalan yang menerapkan gage mulai di Sudirman, Rasuna Said, hingga kawasan M.H. Thamrin.

Lebih jauh, Sambodo menjelaskan, pemberlakuan kebijakan gage tersebut berlaku sama seperti sebelumnya, yaitu mulai pukul 06.00 WIB sampai 20.00 WIB. Penerapan kebijakan ganjil genap tersebut berlaku untuk seluruh kendaraan yang menggunakan plat nomor berwarna hitam. Plat hitam yang dimaksud adalah untuk kendaraan milik pribadi atau plat khusus untuk instansi.

Sebagaimana yang telah berlaku sebelumnya, kebijakan gage ini dikecualikan untuk kendaraan angkutan pelat kuning, angkutan dinas operasional pelat dinas TNI dan Polri, angkutan yang menggunakan tenaga listrik, kendaraan roda dua, serta kendaraan penanggulangan kondisi darurat seperti ambulan, damkar, kepolisian.

"Jadi kalau kendaraan instansi ingin melewati ganjil genap, silakan gunakan plat dinas masing-masing baik itu plat merah, plat dinas TN-Polri, atau plat instansi lainnya. Kalau dia menggunakan plat hitam, maka akan berlaku aturan ganjil genap," jelas Sambodo.

Terkait penerapan gage di tiga lokasi tersebut sejauh ini, Sambodo mengklaim masyarakat sudah mulai mematuhi aturan tersebut. Hanya sedikit pelanggaran gage yang ditemukan anggota di lokasi.

"Masyarakat sudah semakin paham. Semakin sedikit yang melaksanakan mobilitas tidak sesuai tanggal," ujar Sambodo.[hs]