Memalukan, Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Dua Kali Kasus Narkoba

Memalukan, Anggota DPRD Labuhanbatu Utara Tertangkap Dua Kali Kasus Narkoba

Asahan - Anggota DPRD Labuhanbatu Utara (Labura), Pebrianto Gultom kembali tertangkap polisi saat sedang dugem dan pesta narkoba, di salah satu hotel di Kabupaten Asahan, Sabtu (7/8/2021) dinihari kemarin.

Sebelumnya, Pebrianto pernah ditangkap kepolisian pada November 2020, terkait kasus narkoba.

Kali ini, kader Partai Hanura Sumatera Utara (Sumut) tersebut, kembali tertangkap tangan bersama empat orang rekannya sesama anggota DPRD Labura.

Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Nasri Ginting menyebutkan, selain Pebrianto, keempat anggota DPRD Labura itu ialah, Jainal Samosir (Ketua Fraksi Hanura Labura), M Ali Borkat (Ketua DPC PPP Labura), Khoirul Anwar Panjaitan (anggota Fraksi Golkar) dan Giat Kurniawan (anggota Fraksi PAN). Total ada 17 orang yang diamankan Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Asahan dalam razia tersebut.

"Ada 17 orang yang diamankan, laporan dari anggota saya, ada lima orang anggota DPRD," kata Kasat Narkoba Polres Asahan, AKP Nasri Ginting, Sabtu (7/8/2021).

Selain menangkap para tersangka, polisi juga menemukan barang bukti berupa pecahan ekstasi.

"Kami menemukan adanya barang bukti pecahan ekstasi," kata Nasri Ginting.

Menurut Nasri, Setelah melalui proses pemeriksaan, kelima anggota DPRD Labura tersebut terbukti positif menggunakan narkoba.

Di lain pihak, Ketua DPRD Labura Indra Surya Bakti mengatakan, menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada pihak kepolisian untuk segera diproses secara hukum,  termasuk untuk mendalami dari mana kelima anggota DPRD Labura itu mendapatkan pil ekstasi.

"Kalau kami menyerahkan seluruhnya ke penyidik Polres Asahan. Apa sanksi yang akan di berikan kami menghormatinya," ujarnya.

Selain terjerat kasus narkoba, rupanya Pebrianto Gultom beserta empat anggota DPRD Labura tersebut pernah diancam akan di PAW (pergantian antarwaktu) oleh Ketua DPD Hanura Sumut Kodrat Shah.

Setelah penangkapnya pada November 2020 lalu oleh Polrestabes Medan, Pebrianto Gultom rencananya akan dicopot dari jabatan. Namun sampai saat ini, masih menjabat sebagai anggota DPRD Labura dan kembali mengulangi tindakan memalukannya.

"Benar, itu anggota DPRD Hanura. Saya sudah perintahkan DPC Hanura Labura untuk proses PAW," kata Kodrat Shah pada Senin, 30 November 2020 silam.

PAW sendiri diatur dalam Pasal 85 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2003 tentang Susunan dan Kedudukan MPR, DPR, DPD dan DPRD serta Pasal 8 huruf g Undang-Undang Nomor 31 tahun 2002 tentang partai politik.[hs/kp]