Kompolnas: Kultur Militeristik saat Jadi ABRI adalah Kultur Lama yang Harus Diubah Polri

Kompolnas: Kultur Militeristik saat Jadi ABRI adalah Kultur Lama yang Harus Diubah Polri

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti peristiwa-peristiwa perihal perilaku oknum-oknum anggota Polri menjadi viral di dunia media sosial belakangan ini dapat dikatakan sebagai persoalan kultur.

 

Demikian dikatakan Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim dalam YouTube Akbar Faizal Uncensored pada Jumat, (10/12/2021). Padahal menurut Yusuf, di dalam persoalan kultur tersebut ada kode etik profesi Polri yang sudah diterapkan sejak 1985.

 

"Tentu ini persoalan-persoalan yang ada di bawah itu, persoalan pembinaan. Pembinaan bagaimana kepatuhan mereka terhadap kode etik profesi itu," kata Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim.

 

Dia mengatakan, soal panglima, seperti diketahui struktur organisasi Polri berada di ABRI, dan menyebut kultur ketika masih menjadi ABRI masih belum hilang.

 

"Kultur pada saat masih bergabung menjadi ABRI pada saat sekarang itu masih belum hilang, militeristik," katanya.

 

"Jadi apa kata atasan tidak bisa dipilah, apakah itu sejalan dengan kode etik Polri atau tidak," menurutnya.

 

Yusuf menyebutkan, itu sebagai kultur lama yang harus diubah, apalagi ditambah dengan perkembangan teknologi komunikasi, masyarakat semakin aktif mengawasi aktivitas perilaku anggota Polri.

 

"Pegawasan itu ada tiga, internal, ada lagi yang paling tinggi pengawasan internal itu melekat pada dirinya antara dia dengan Tuhan," tuturnya.

 

Dia melanjutkan, dalam persoalan kultur itu dipilah kembali menjadi persoalan moralitas dan etika, yang beberapa hari menjadi persoalan.

 

"Kebetulan saya melakukan penelitian ada memang kelemahan pengawasan internal di satu sisi. Pembinaan dari atasan ke bawah itu masih lemah," ucapnya.

 

Yusuf menyampaikan, jika persoalan internal menjadi lemah, maka secara teori eksternal akan muncul, dari masyarakat yang akan muncul.

 

"Di sinilah peran Kompolnas juga sebagai pengawas eksternal, kalau dipercaya masyarakat, kita akan semakin kuat mengawasi itu," pungkasnya. []

 

Link: https://youtu.be/Sf--QXixUAA