Kompolnas: Viralnya Perilaku Polisi di Lapangan sebagai Bentuk Kontrol dan Pengawasan Masyarakat

Kompolnas: Viralnya Perilaku Polisi di Lapangan sebagai Bentuk Kontrol dan Pengawasan Masyarakat

JAKARTA - Ketua Pelaksana Harian Komisi Polisi Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto, mengumpamakan peran polisi di lapangan layaknya ikan yang hidup dalam aquarium. Arti dari perumpamaan tersebut, sikap dan peran polisi di lapangan itu dipantau oleh masyarakat.

"Dalam beberapa dialog media saya sering menyampaikan bahwa anggota Polri di lapangan itu ibarat ikan dalam aquarium. Semua orang bisa melihat dan mengamati perilakunya," ujar Benny, Kamis (21/10/2021).

Menurut Benny, sebagai bentuk kontrol dan pengawasan dari masyarakat atas perilaku polisi sering direkam dan disebarluaskan ke publik. Biasanya, momen yang diabadikan itu tercipta atas dua hal, yakni bentuk perilaku yang positif dari polisi dan bentuk negatifnya.

"Kalau anggota melakukan tindakan yang baik dan terpuji maka akan viral dengan komentar positif. Namun kalau perilakunya menyimpang dan tidak terpuji maka hujatan yang dia terima, bahkan sanksi sudah menunggu," beber Benny.

Benny menyampaikan hal demikian atas tindakan beberapa anggota kepolisian yang viral dan mendapatkan reaksi dari masyarakat beberapa hari belakangan ini.

Terbaru, anggota polisi korps lalu lintas (Korlantas) Polri yang fotonya viral karena kedapatan pergi berpacaran dengan menggunakan kendaraan dinas Patroli Jalan Raya (PJR).

Atas kejadian tersebut, Benny dengan tegas mengatakan, penggunaan mobil PJR untuk kebutuhan pribadi itu tidak dibenarkan.

"Kendaraan dinas lantas (lalu lintas, red.) digunakan untuk keperluan dinas, bukan untuk pacaran," kata Benny.

Benny menyebut, setelah foto itu viral dan mendapatkan respon dari banyak pihak termasuk masyarakat, oknum polisi yang bersangkutan dinilai perlu untuk melakukan klarifikasi.

Lebih lanjut dia mengatakan, kasus ini perlu ditangani oleh pihak internal kepolisian untuk mengetahui ada tidaknya pelanggaran etik yang dilakukan oknum polantas itu.

"Perlu ada klarifikasi dulu dari yang bersangkutan dan perlu juga dilakukan pemeriksaan oleh atasannya atau internal. Kalau ada pelanggaran etik maka akan diproses oleh Propam," tukasnya.

Di tempat lain, Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo menyebut Bripda AB akan ditahan setelah pemeriksaannya di Biro Paminal Mabes Polri. Hingga saat ini, proses pemeriksaan masih berlangsung.

"Yang bersangkutan sudah diamankan di Biro Paminal Mabes Polri dan segera kami tahan setelah proses pemeriksaan," kata Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo saat konfirmasi, Kamis (21/10/2021).

Sambo mengatakan Bripda AB juga nantinya akan dicopot dari jabatannya sebagai anggota Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Nantinya, dia tidak lagi dapat bertugas sebagai polisi lalu lintas.

"Dan copot yang bersangkutan dari fungsi lantas," tukasnya.[]