Kompolnas: Tagar #PercumaLaporPolisi Bermuatan Pesimisme Yang Tidak Menyelesaikan Masalah

Kompolnas: Tagar #PercumaLaporPolisi Bermuatan Pesimisme Yang Tidak Menyelesaikan Masalah

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) kritisi munculnya tagar #PercumaLaporPolisi di media sosial Twitter. Tagar tersebut mulai digaungkan masyarakat setelah ramainya kasus dugaan pemerkosaan seorang ayah kepada tiga orang anaknya di Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Menurut Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti, kemunculan tagar tersebut sebagai bentuk feed back dari masyarakat kepada Polri. Hal itu dikarenakan Polri merupakan institusi yang bersinggungan langsung dengan masyarakat.

Namun demikian, Poengky berpendapat tagar yang berkonotasi kekecewaan terhadap kinerja Polri terebut, tidak menyelesaikan masalah. Menurutnya, masyarakat harus tetap mendukung kinerja Polri.

"Terkait tagar, di satu sisi, sangat penting bagi Polri untuk mendengar suara masyarakat. Saya melihat pesimisme yang diusung tagar tersebut justru tidak menyelesaikan masalah. Sebaiknya masyarakat mendukung Polri untuk dapat melaksanakan tugasnya secara profesional dan mandiri," ujar Poengky, Minggu (10/10/2021).

Lebih lanjut, dalam hal penanganan laporan masyarakat, Poengky menilai Polisi sudah berupaya meningkatkan kualitas pelayanan sesuai dengan perkembangan teknologi.

"Dalam kasus Luwu tersebut, kami melihat polisi sudah cepat melayani, termasuk dengan melakukan VER (Visum Et Repertum), pemeriksaan psikologi dan mendengar keterangan saksi-saksi. Sehingga tidak benar jika polisi lambat menangani kasus ini," ujar Poengky.

Selain itu, Poengky mengatakan, kasus dugaan pemerkosaan ayah terhadap tiga anaknya tersebut, harus mengedepankan asas praduga tak bersalah. Oleh sebab itu, Poengky menegaskan pentingnya dukungan scientific crime investigation dalam proses penyelidikan.

"Yang menjadi komplain pengadu adalah penyidik dianggap tidak profesional karena mengeluarkan surat penghentian penyelidikan. Padahal menurut pengadu, kasusnya memenuhi syarat untuk dilanjutkan. Oleh karena itu untuk menyelesaikan konflik ini, Polres Luwu membuka diri kepada pelapor untuk memberikan bukti baru," imbuh Poengky.

Sebelumnya diberitakan, munculnya tagar #PercumaLaporPolisi akibat viralnya kasus dugaan pemerkosaaan ayah terhadap anaknya di Luwu Timur.

Tagar tersebut juga dianggap sebagai perwujudan banyaknya kasus kekerasan seksual lain yang diabaikan polisi.