Kompolnas: Soal Seruan Irjen Napeleon ‘Aku Bukan Koruptor’, Harus Ada Bukti dalam Persidangan

Kompolnas: Soal Seruan Irjen Napeleon ‘Aku Bukan Koruptor’, Harus Ada Bukti dalam Persidangan

JAKARTA – Terdakwa kasus suap Irjen Napoleon Bonaparte belum lama ini melayangkan sebuah surat berisikan seruan 'aku bukan koruptor'. Dalam surat tersebut, Napoleon bersikeras mengaku tidak menerima suap terkait penghapusan red notice terpidana Djoko Soegiarto Tjandra.

Berkaitan dengan itu, Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) turut angkat bicara, surat terbuka Napoleon tersebut tidak berarti apa-apa.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti menyampaikan, seruan Napoleon ‘aku bukan koruptor’ tidak ada artinya apabila tidak disertai pembuktian dalam persidangan. Dengan kata lain, Napoleon tetap harus menerima hukuman, sebab dirinya tidak dapat membuktikan seruan ‘aku bukan koruptor’ di meja hijau.

"Kami menganggap surat terbuka dari saudara Napoleon Bonaparte yang menyatakan yang bersangkutan bukan koruptor tidak ada artinya. Surat terbuka saudara Napoleon Bonaparte tidak ada artinya karena disuarakan tidak di muka persidangan," kata Poengky saat dikonfirmasi, Kamis (7/10/ 2021).

Sebelumnya diberitakan, terdakwa kasus suap Irjen Napoleon Bonaparte mengaku, selama ini memilih mengalah dan diam. Napoleon mengaku dirinya terkekang seragam untuk tutup mulut dan pasrah menerima nasib.

"Hari ini aku berteriak, aku bukan koruptor, seperti yang dibilang oleh pengadilan sesat itu," ujar Napoleon dalam surat terbukanya, Rabu, 6 Oktober 2021. [zf/kp]