Kompolnas: Semakin Profesional, Polri Dinilai Masyarakat Kian Akomodatif Terhadap Aspirasi dan Harapan Publik

Kompolnas: Semakin Profesional, Polri Dinilai Masyarakat Kian Akomodatif Terhadap Aspirasi dan Harapan Publik

Jakarta - Beredar di kanal Polri TV siaran dialog yang membahas kinerja Polri di masa kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Siaran tersebut telah beredar luas pada, Kamis 1 Juli 2021.

Acara talk show berkaitan dengan peringatan HUT Polri Ke-75 dalam kanal tersebut dipandu moderator Tommy Ristanto ini dihadiri oleh sejumlah tokoh yang dikenal memiliki perhatian terhadap upaya membangun Polri yang modern dan profesional.

Dalam siaran tersebut, tampak hadir Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Benny Jozua Mamoto dan Ceo Alvara Research Center Hasanudin Ali. Sedangkan Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia Yunarto Wijaya hadir pula dalam acarah tersebut via daring.

Mengawali sesi dialog, moderator menuturkan sejumlah lembaga survei di Indonesia menilai tingkat kinerja Polri tahun ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

Hal itu disampaikan oleh Hasan berdasarkan hasil penelitian pihaknya terhadap 100 hari pertama kinerja Polri.

“Kami telah melakukan survei ini pada tanggal 1 sampai 8 Mei 2021 terhadap 1200 responden di seluruh provinsi di Indonesia. Kami menemukan satu temuan menarik terhadap 100 hari kinerja Polri, bahwa tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Kapolri berada di angka 82,3%. Ini adalah sebuah pencapaian yang sangat siginifikan, dimana hasil survei kami tahun lalu pada Februari 2020, berada di angka 72,7%,” ujar Hasan.

Hasan juga menyampaikan, tingkat kepercayaan masyarkat terhadap Polri tahun ini juga mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya.

“Berdasarkan hasil temuan pihak kami, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri lebih tinggi dibandingkan tingkat kepuasan, yaitu berada di angka 86,5%,” imbuh Hasan.

Lebih lanjut, Hasan menjelaskan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri cukup tinggi, khususnya Generasi X dan Milenial serta kelas menengah atas.

Di sisi lain melalui daring, Yunarto Wijaya selaku Direktur Eksekutif Charta Politika Indonesia juga menyampaikan meningkatnya kinerja Polri terkait dibidang sosial politik. Pihaknya telah melakukan survei online terhadap kepuasan publik terkait kinerja lembaga tinggi negara.

“Kita telah melakukan survei persepsi publik antar lembaga tinggi negara periode 3 sampai 7 Juni 2021, nomor satu Presiden di angka 37%, lalu nomor dua TNI dengan angka 29,2% dan Polri berada di urutan ketiga dengan angka 8,5%, lalu dibawahnya ada KPK, MPR, DPR dan lembaga yang lain,” ujar Yunarto.

Selain survei terhadap lembaga tinggi negara, Yunarto juga menambahkan survei penilaian dilakukan terhadap lembaga tinggi penegak hukum yang ada di Indonesia.

“Dengan pertanyaan yang lebih spesifik, kita coba bandingkan dengan satu pilihan saja masuk kategori penilaian kinerja lembaga penegak hukum. Polri menempati peringkat pertama denga angka 34,8%, lalu KPK dengan angka 27,1%, kemudian MA dengan 16,5% kemudian disusul oleh MK dan Kejaksaan Agung,” imbuh Yunarto.

Walaupun adanya peningkatan dalam kinerja Polri tersebut, Yunarto menilai Polri seakan-akan menjadi institusi yang dibenci namun dicintai oleh sebagian pihak.

“Sebuah pencapain walaupun masih banyak PR besar Polri sudah menduduki peringkat pertama dibandingkan dengan lembaga penegak hukum yang lain, ini belum pernah terjadi sebelumnya. Yang kita tahu Polri ini sebagai institusi seakan-akan ada didalam dua variabel, yaitu dibenci tapi dicintai oleh sebagian pihak. Dibutuhkan tapi kadang-kadang diskriminatif misalnya,” ungkap Yunarto.

Melihat dari peningkatan data tersebut, Ketua Harian Kompolnas Benny Jozua Mamoto mengapresiasi berbagai inovasi pelayanan publik yang telah dilakukan Polri hingga saat ini.

“Kami sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh Polri untuk saat ini. Kami melihat tim yang disusun adalah berasal dari profesional, meskipun dari internal Polri, rata-rata doktor. Kemudian dari penyusunan program itu benar-benar dari menyerap aspirasi dan harapan publik. Sehingga menghindari hal-hal yang dulu selalu jadi cemoohan,” ungkap Benny.

Benny juga menambahkan, pelayanan yang telah diberikan Polri saat ini sudah cepat dan mudah dijangkau oleh masyarakat.

“Pelayanan yang cepat dan mudah melalui pendekatan IT atau media sosial, bertemu dengan golongan milenial sekarang ini. Kemudian penanganan kasus-kasus kecil sudah sangat restorative justice, pola seperti itulah yang diharapkan publik,” ujar Benny.[hs/kp]