Kompolnas Sarankan Saifudin Ibrahim Serahkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Penistaan Agama

Kompolnas Sarankan Saifudin Ibrahim Serahkan Diri setelah Ditetapkan sebagai Tersangka Penistaan Agama

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyarankan kepada  Saifudin Ibrahim untuk menyerahkan diri setelah ditetapkan sebagai tersangka penistaan agama oleh Bareskrim Polri.

Demikian disampaikan oleh Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Mohammad Dawam pada hari Sabtu (2/4/2022).

Dawam menilai, penetapan tersangka atas nama Saifudin Ibrahim oleh pihak Polri terkait masalah a quo telah memenuhi kaidah baku hukum yang berlaku.

"Oleh karenanya, saya berharap penerapan hukum ini perlu dikawal bersama-sama dalam proses lanjutannya agar memberi pelajaran berharga bagi siapa saja yang melanggar peraturan hukum yang berlaku,  mendapatkan porsi yang sesuai apa yang dilakukannya, serta memberikan efek jera kepada siapa pun juga," ujar dia.

Dawam menuturkan, justru dengan kahadiran negara untuk mengatur ritme hukum sesuai koridor yang berlaku, maka akan menemukan essensi hukum di republik ini, bahwa negara ini benar benar berlandaskan hukum.

Menurutnya, yang bersangkutan dipastikan akan diuntungkan dengan penegakan hukum oleh kepolisian melalui prosedur yang tepat untuk menghindari penanganan hukum oleh publik yang justru hal demikian akan merugikan hak-hak pribadi dan keluarga yang bersangkutan.

"Dan kita pastikan proses penegakan hukum akan berjalan dengan standar dan prosedur yang baik dengan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia yang bersangkutan," ujarnya.

Dia berharap semua pihak agar memberikan kepercayaan penuh kepada pihak berwajib dalam rangka penegakan hukum yang berlaku seiring citra penegakan hukum kita yang semakin maju dan berkembang.

"Saya juga berharap peristiwa ini dijadikan perenungan bersama agar ke depan tidak akan ada lagi provokasi-provokasi serupa atas nama agama mana pun yang justru akan menjadi blunder yang mengakibatkan yang bersangkutan masuk dalam proses ranah hukum yang berlaku," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, Bareskrim Polri menerima sejumlah laporan dari masyarakat atas dugaan penistaan agama yang dilakukan Pendeta Saifudin Ibrahim. Dalam akun Youtube-nya, Saifudin yang meminta Menag Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Qu'ran.

Setelah penyelidikan dan penyidikan Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri menetapkan Saifuddin Ibrahim sebagai tersangka.

“Saat ini yang bersangkutan sudah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Ditsiber,” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo, Rabu, (30/3/22). []