Kompolnas: Ribut Polisi-Paspampres di Pos PPKM Jangan Terulang

Kompolnas: Ribut Polisi-Paspampres di Pos PPKM Jangan Terulang

Jakarta – Kegaduhan terjadi antara polisi dan anggota Paspampres sempat mewarnai PPKM Darurat. Itu terjadi di Pos PPKM Darurat Daan Mogot, Jakarta Barat (Jakbar). Melihat hal ini, Kompolnas pun turut memberi saran agar peristiwa sedemikian tak terulang.

"Dalam kondisi darurat saat ini memang semua pihak harus saling menjaga diri dan memahami aturan yang sedang diberlakukan. Di satu sisi aparat yang menegakkan aturan harus tegas namun tetap dengan menggunakan bahasa yang santun karena masyarakat sedang stres agar pesan dan arahannya diterima dengan baik," ujar Ketua Harian Kompolnas Benny Mamoto saat dihubungi, Jumat (9/7/2021).

Benny menyampaikan agar semua pihak yang terkena penyekatan di pos PPKM Darurat juga perlu menahan diri. Dia meminta kedua belah pihak untuk tidak saling melakukan provokasi.

"Di sisi lain, masyarakat atau pihak yang kena penertiban juga perlu menahan diri dan menjelaskan dengan baik alasannya sehingga terbangun komunikasi yang enak. Kita tidak perlu memperuncing situasi dengan terpancing provokasi pihak yang tidak bertanggung jawab," tuturnya.

Dia menilai masalah di Jalan Daan Mogot itu bisa menjadi pelajaran untuk pelaksanaan penyekatan saat PPKM darurat. Menurutnya, masalah ini sudah diselesaikan dengan baik oleh atasan dari masing-masing pihak yang terlibat keributan.

"Kasus ini bisa jadi pembelajaran bagi kita semua supaya tidak terulang karena kita sedang menghadapi kondisi darurat COVID-19 ini. Masalah sudah diselesaikan dengan baik oleh para atasannya. Anggota Polri juga sudah diminta keterangannya atas sikap dan tindakannya," ucap Benny.

Sementara itu, Anggota Kompolnas Poengky Indarti, menyebut kericuhan antara anggota Paspampres dengan polisi tidak perlu diperpanjang. Poengky menyebut tidak perlu ada institusi yang merasa terluka.

"Saya rasa hal seperti itu tidak perlu terjadi. Kalau toh sudah terjadi karena adanya kesalahpahaman, segera selesaikan masalah ini hingga tuntas. No hard feelings. Tidak perlu merasa ada institusi yang dilukai. Masing-masing sama-sama sedang melaksanakan tugas. Cukup diselesaikan dengan saling memaafkan dan tidak perlu diperpanjang," kata Poengky.

Sebelumnya, keributan itu terjadi pada Rabu (7/7/2021) di pos penyekatan Daan Mogot, Jakbar, dan videonya menjadi viral di media sosial. Saat itu anggota Paspampres Praka IG diamankan sejumlah petugas.

"Kalau kamu Paspampres, kenapa memang?" ujar seorang polisi seperti dilihat dalam video yang beredar.

"Iya, saya salah," ujar Praka IG.

Kemudian sejumlah anggota TNI yang bertugas di penyekatan memeriksa Praka IG.

"KTA-mu mana?" tanya anggota TNI.

Praka IG pun lalu menunjukkan KTA-nya.

Setelahnya, Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo meminta maaf atas kejadian itu. Ady menjelaskan dirinya sudah menghadap ke Danpaspampres untuk konsolidasi.

"Saya barusan sudah menghadap Danpaspampres untuk konsolidasi supaya permasalahan di lapangan lebih baik. Sudah beres kok, nggak ada masalah," kata Ady saat dihubungi detikcom, Kamis (8/7).

"Saya meminta maaf dengan kejadian itu. Barusan saja selesai ngadep (Danpaspampres)," imbuhnya. []