Kompolnas: Pengelolaan Dana Hibah Rp 2 Triliun Akidi Tio Harus Diawasi Ketat dan Berlapis

Kompolnas: Pengelolaan Dana Hibah Rp 2 Triliun Akidi Tio Harus Diawasi Ketat dan Berlapis

JAKARTA - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Poengky Indrarti menyampaikan, pengelolaan dana hibah Covid-19 sejumlah Rp 2 triliun dari keluarga almarhum Akidi Tio harus diawasi ketat secara berlapis dalam pengunaannya.
"Intinya dana hibah pengelolaannya seperti mengelola dana APBN dan hibah APBD, tercatat dan diawasi ketat secara berlapis oleh Polri dan BPK," kata Poengky saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (31/7/2021).
Dalam peraturan, kata Poengky, kepolisian RI memang bisa menerima dan mengelola dana hibah.
Nantinya, Polda Sumatera Selatan bakal membuka rekening hibah atas nama Satuan Kerja untuk menampung dana tersebut. Kemudian, pembukaan rekening hibah ini harus dapat persetujuan Menteri Keuangan.
Soal lainnya, pengajuan pembukaan rekening hibah akan diajukan oleh Kasatker kepada Kapuskeu Polri melalui Kabidkeu.
"Jadi bukan ke rekening pribadi. Lalu siap pengelolaannya. Jika oleh Polda Sumsel, maka masuk ke rekening untuk hibah. Jadi persis seperti jika terima dana APBN atau terima dana hibah dari Pemda (APBD)," jelasnya.
Aturan penerimaan dana hibah tersebut telah diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 11 tahun 2013 tentang Mekanisme Pengelolaan Dana Hibah di Lingkungan Polri.
Lalu, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 99 Tahun 2017 tentang Administrasi Pengelolaan Hibah
Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2011 tentang Tata Cara Pengadaan Pinjaman Luar Negeri dan Penerimaan Hibah.
Agar seluruh pengelolaan harus berpedoman pada aturan tersebut.
"Kompolnas berharap dalam masa sulit menghadapi pandemi Covid-19 ini, seluruh lapisan masyarakat saling bahu-membahu bersama-sama mengupayakan bisa keluar dari pandemi ini secepatnya," tukasnya.
Diketahui, keluarga almarhum Akidi Tio adalah pengusaha asal Kota Langsa Kabupaten Aceh Timur.
Dia merupakan orang dermawan yang akan menyerahkan bantuan dana Rp2 Triliun untuk membantu penanganan Covid-19 di Sumsel.
Akidi Tio sendiri sudah meninggal 12 tahun lalu pada tahun 2009.
Sebelum meninggal dunia, Akidi meninggalkan wasiat memberikan uang yang sudah disimpannya untuk membantu warga Palembang, Sumatera Selatan. 
Momen pandemi Covid-19 inilah, saat yang dinilai tepat oleh anak-anak almarhum Akidi untuk menyalurkan dana wasiat tersebut.
Mendiang Akidi diketahui merupakan pengusaha yang bergerak di bidang pembangunan serta kontraktor.
Akidi diketahui mempunyai tujuh orang anak. Satu orang berdomisili di Palembang, sedangkan enam orang lagi tinggal di Jakarta. []