Kompolnas: Penembakan Oknum Polisi Wonogiri oleh Polresta Solo sesuai SOP

Kompolnas: Penembakan Oknum Polisi Wonogiri oleh Polresta Solo sesuai SOP

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebutkan, penembakan oknum anggota Polres Wonogiri, Bripda PPS (26), oleh anggota Polresta Solo sesuai dengan standard operating procedure (SOP).

Jubir Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, berdasarkan aturan tindakan tegas tersebut bisa dilakukan polisi jika ada perlawanan yang membahayakan nyawa petugas maupun orang lain.

 “Jika ada perlawanan yang membahayakan nyawa petugas, memang SOP-nya seperti itu,” kata Poengky, Kamis (21/04/2022).

Perlawanan yang membahayakan petugas dan nyawa orang lain yang dimaksud Poengky adalah upaya menabrakkan mobil yang ditumpangi Bripda PPS dan komplotannya ke kendaraan petugas, serta menyerempet motor warga pada hari Selasa (19/04/2022).

Bripda PPS diketahui membawa senjata api rakitan, saat kejadian tersebut.

Poengky Indarti mengatakan, tindakan hukum terhadap oknum polisi yang terlibat kriminal bisa dibenarkan.

“Jika betul yang bersangkutan (Bripda PPS) melakukan pemerasan, maka proses hukum bisa dilakukan,” tandasnya.

Proses hukum itu bisa dilakukan beriringan dengan pemrosesan pelanggaran kode etik oleh Propam, yang diduga dilakukan Bripda PPS.

Poengky menilai, jika dugaan pemerasan tersebut terbukti, maka tindakan Bripda PPS telah mencoreng institusi Polri. Sebab polisi semestinya hadir untuk mengayomi masyarakat serta melakukan penegakan hukum.

“Saya berharap adanya tindakan tegas kepada anggota Polres Wonogiri yang diduga melakukan pemerasan,” ujarnya. []