Kompolnas Minta Polri Tak Langsung Simpulkan Pelaku Penyerangan Ustadz sebagai ODGJ

Kompolnas Minta Polri Tak Langsung Simpulkan Pelaku Penyerangan Ustadz sebagai ODGJ

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Kepolisian RI untuk berhati-hati dalam memutuskan maraknya kasus penyerangan terhadap ustadz di sejumlah daerah di Indonesia.

Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim berpesan, sebaiknya  Polri untuk tidak langsung menyimpulkan bahwa pelaku penyerangan merupakan Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).

"Mari kita dorong Polri untuk mengusut tuntas. Kita meminta agar penyelidikan dan penyidikan dilakukan secara profesional dan transparansi berkeadilan. Usut tuntas kasus tersebut secara hukum," ujar Yusuf, Senin (27/9/2021).

Yusuf menyarankan, penyelidikan penyerangan ustadz di sejumlah daerah dengan scientific investigation.

"Tentunya tidak terburu-buru menyimpulkan bahwa pelakunya gila. scientific investigation bila perlu harus dilakukan. Soal kegilaan, Bapak Menkopolhukam selaku Ketua Kompolnas telah menegaskan, bahwa Pengadilan yang sepatutnya membuktikan," jelasnya.

"Artinya bahwa proses hukum patut dijalankan dalam pengusutan kasus penyerangan ustadz atau tokoh agama," sambungnya.

Diberitakan sebelumnya, Anggota DPR RI Fraksi PAN Guspardi Gaus mengutuk keras tindakan penyerangan yang menimpa pendakwah atau da'i dalam beberapa waktu terakhir.

Terbaru, seorang ustadz bernama Abu Syahid Chaniago, diserang oleh Orang Tak Dikenal (OTK) saat memberikan ceramah di Masjid Baitusyakur dalam Pengajian Dzikir Bismillah, Senin (20/9).

Sebelumnya, ustadz bernama Arman (43) atau Alex meninggal dunia setelah ditembak orang tak dikenal (OTK) di depan rumahnya di Kelurahan Kunciran, Kecamatan Cipondoh, Tangerang.

Sementara itu, Polri memastikan bakal mengusut maraknya kejadian penyerangan ustadz di daerah di Indonesia secara transparan.

"Kita usut setiap kejadian yang ada," ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono kepada wartawan, Kamis (23/9/2021).

Lebih lanjut, Argo mengharapkan tak ada aktor intelektual dalam maraknya kasus penyerangan ustadz di daerah.

Ia menjelaskan, penyidik memastikan akan melaksanakan pengusutan setiap kejadian sesuai aturan yang berlaku.

"Semoga tidak ada. Tetap melaksanakan tugas sesuai prosedur," tukasnya. []


Sumber: Tribunnews.com