Kompolnas Minta Polri Kabarkan Perkembangan Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Saham Sinarmas

Kompolnas Minta Polri Kabarkan Perkembangan Penanganan Kasus Dugaan Penggelapan Saham Sinarmas

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polri profesional dalam mengusut dugaan penggelapan dan pengalihan saham PT Exploitasi Energi Indonesia (PT EEI) oleh dua petinggi PT Sinarmas.

Kasus dugaan penggelapan dan pengalihan saham tersebut dilaporkan kepada pihak kepolisian oleh Direktur PT Saibataman Internasional Mandisi (PT SIM) Andri Cahyadi selaku pemilik 53 persen saham PT EEI. Ada dua petinggi PT Sinarmas yang dilaporkan yakni Indra Wijaya selaku Komisaris Utama Sinarmas Sekuritas dan Kokarjadi Chandra selaku Direktur Utama Sinarmas Sekuritas.

"Kompolnas berharap penyidik yang melakukan lidik/sidik kasus yang dilaporkan saudara Andri Cahyadi dapat melakukan lidik/sidik secara profesional, transparan, dan akuntabel dengan bantuan scientific crime investigation," tutur Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Senin (28/2/2022).

Laporan kasus itu masuk ke Bareskrim Polri pada tahun 2021 lalu. Keduanya dilaporkan karena diduga melakukan penggelapan dan/atau pengalihan saham PT SIM secara melawan hukum, termasuk saham sembilan anak perusahaan PT EEI.

Poengky menegaskan, pihak kepolisian harus menyampaikan perkembangan penanganan kasus tersebut secara rutin. Dia juga menyarankan kepada pelapor untuk segera meminta perlindungan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) maupun Polri jika merasa mendapatkan ancaman.

"Pelapor juga dapat melaporkan kepada LPSK dan meminta bantuan perlindungan. Apalagi kasusnya sudah dilaporkan ke kepolisian, sehingga dapat menjadi pertimbangan LPSK untuk memberikan perlindungan bagi keselamatan pelapor dan keluarganya," ujar Poengky.

Sementara itu, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa pihak kepolisian sejauh ini masih terus melakukan penyelidikan atas dugaan kasus penggelapan dan pengalihan saham PT EEI oleh dua petinggi PT Sinarmas itu. "Masih penyelidikan," sebut Andi.

Dikonfirmasi secara terpisah, Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Gatot Repli Handoko menyampaikan keterangan bahwa sejauh ini sudah ada sejumlah saksi yang diperiksa atas perkara itu. "Saksi 21 orang yang diminta keterangan. Tapi masih penyelidikan," ucap Gatot. []