Kompolnas Minta Polri Bentuk Satgas Khusus Tangkap Penimbun Obat dan Tabung Oksigen

Kompolnas Minta Polri Bentuk Satgas Khusus Tangkap Penimbun Obat dan Tabung Oksigen

JAKARTA – Kasus Covid-19 yang meningkat pesat belakangan ini menyebabkan masyarakat ramai memburu obat-obatan dan tabung oksigen. Meningkatnya kebutuhan akan obat dan tabung oksigen ini menjadi peluang sejumlah pihak untuk meraup keuntungan.

Selama lima hari diberlakukannya PPKM Darurat di Jawa dan Bali, terdapat sebanyak 208 kegiatan yang diduga sebagai penimbunan obat maupun tabung oksigen tengah diselidiki Polri.

"Telah dilakukan penyelidikan sebanyak 208 kegiatan, penyelidikan yang dilakukan ini sasarannya adalah toko-toko obat, apotek, distribusi obat, distribusi oksigen, yang ada kaitannya dengan penanganan Covid-19," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (8/7/2021).

Menurutnya, operasi tersebut juga turut mencakup penindakan tindak pidana ringan dan penanganan kasus secara restorative justice, yang keseluruhannya terkait dengan Covid-19.

"Kemudian sidik tindak pidana sebanyak 18 kegiatan, kemudian sidik tindak pidana ringan atau tipiring sebanyak 103 kegiatan, dan kegiatan restorative justice sebanyak 3 kegiatan," jelasnya.

Ahmad menegaskan, upaya itu dilakukan dalam rangka memastikan ketersediaan obat-obatan terkait penanganan Covid-19 di masyarakat. Termasuk juga oksigen tabung yang belakangan disebut-sebut semakin langka.

"Dan juga terkait dengan penanganan obat-obat yang telah ditentukan harga eceran tertingginya, jadi untuk melakukan pengecekan bahwa obat yang dijual di apotek maupun toko obat harganya tidak melebihi dari harga eceran tertinggi yang telah ditentukan oleh pemerintah," kata Ahmad.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi polisi menindak para pelaku penimbun obat dan tabung oksigen. Perbuatan penimbunan tersebut sangat merugikan masyarakat dan negara di saat pandemi Covid-19.

"Para pelaku penimbunan obat-obatan dan tabung oksigen yang banyak dibutuhkan pasien Covid-19 sangat merugikan, tidak hanya bagi pasien, tetapi juga bagi masyarakat dan negara," kata Komisioner Kompolnas Poengky kepada wartawan, Rabu (14/7/2021).

Mengingat jumlah kasus yang diselidiki tersebut, Polri perlu membentuk satgas khusus untuk menangkap para penimbun obat dan tabung oksigen tersebut.

Kompolnas pun mendorong Polri membentuk satuan tugas (satgas) khusus memberantas praktek penimbunan obat-obatan maupun oksigen di saat pandemi Covid-19.

"Upaya yang dapat dilakukan termasuk di antaranya membentuk task force atau satuan tugas khusus untuk melakukan penegakan hukum dan pengawasan sangat dibutuhkan dalam kondisi pandemi ini," ujar Poengky.

Satgas khusus tersebut akan bersifat sementara atau ad-hoc dengan masa tugas selama pandemi Covid-19.

"Dengan adanya satgas khusus tersebut, diharapkan gerak cepat dapat menjangkau seluruh Indonesia. Selain Reskrim, dapat dibantu intelkam untuk pemetaannya," kata dia. [zf]