Kompolnas Minta agar Tahanan Bawa HP dan Petugas Jaga Rutan Diberikan Sanksi

Kompolnas Minta agar Tahanan Bawa HP dan Petugas Jaga Rutan Diberikan Sanksi

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta agar petugas jaga rumah tahanan (rutan) dan Terdakwa kasus penganiayaan tahanan M. Kece, Irjen Pol Napoleon Bonaparte harus diperiksa juga dijatuhkan sanksi terkait telepon seluler (ponsel) di dalam rutan.

Keberadaan adanya ponsel dalam rutan tersebut terungkap dalam sidang lanjutan perkara penganiayaan terhadap tahanan M. Kece di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Selasa (17/5/2022).

"Kalau terjadi pelanggaran tersebut, maka petugas dan tahanan harus diperiksa dan dijatuhi sanksi," ujar Jubir Kompolnas Poengky Indarti saat dihubungi wartawan, Rabu (19/5/2022).

Poengky mengatakan, dalam Peraturan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Perkap) Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perawatan Tahanan di Lingkungan Polri ada disebutkan, petugas jaga rutan melarang tahanan membawa barang elektronik.

"Tolong baca Pasal 33 Perkap 4 Tahun 2015 tentang Perawatan Tahanan. Di sana disebutkan, dalam menjaga keamanan dan ketertiban ruang tahanan, petugas jaga melarang tahanan untuk membawa alat komunikasi dan elektronik," papar Poengky.

Diketahui, fakta ini terkuak saat jaksa mengajukan sejumlah pertanyaan kepada M Kece di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa, 17 Mei 2022. Dari pengakuan Kece saat menjawab pertanyaan jaksa, Irjen Pol Napoleon Bonaparte menggunakan ponsel selama menjalani masa tahanan di Rutan Bareskrim Polri.

"Yang saya tahu (hp) dipegang oleh Jenderal," ungkap tersangka atas kasus penistaan agama itu. []