Kompolnas Lakukan Penelitian Peran Polri dalam Deradikalisasi Paham Ekstrem Keagamaan dengan Perspektif HAM di Polda Jawa Tengah

Kompolnas Lakukan Penelitian Peran Polri dalam Deradikalisasi Paham Ekstrem Keagamaan dengan Perspektif HAM di Polda Jawa Tengah

SEMARANG - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) melakukan penelitian peran polri dalam penerapan deradikalisasi paham ekstrem keagamaan perspektif hak asasi manusia di jajaran Polda Jawa Tengah, pada Rabu hingga Jumat (13-14/4/2022).

Tim peneliti Kompolnas dipimpin langsung Anggota Kompolnas dari unsur masyarakat Mohammad Dawam, beserta Syaiful Arif, M.H., Mustika Rahayu, dan Monika Juniarti.

Pada kesempatan tersebut Dawam mengharapkan dapat menjadi input yang berharga bagi Polri, khususnya Kepolisian Daerah Jawa Tengah.



Dawam menyampaikan, tujuan dari penelitian itu adalah, untuk pemetaan bagaimana cara-cara yang strategis dalam memberikan paham keagamaan dalam perspektif HAM.

“Tujuan penelitian kami ialah untuk memetakan paham keagamaan dan cara-cara strategis penanganannya, dengan pendekatan Hak Asasi Manusia dalam konteks besar “merawat kebhinekaan dan keindonesiaan,” ujar Dawam.

“Perlindungan atas keragaman beragama ini jika dicermati dari perspektif hak asasi manusia (HAM). Dalam konteks HAM, keragaman paham keagamaan menjadi bagian dari hak-hak asasi individu untuk bebas menentukan diri, termasuk menentukan agama,” lanjut Dawam.

Dawam berharap penelitian Tim Kompolnas dapat menjadi suatu rekomendasi, walaupun dengan cara yang sederhana dalam penegakan hukum di Indonesia.

“Kami berharap agama dapat menjadi inpurasi dalam penegakan hukum dalam aktifitas bernegara di Indonesia menjadi lebih baik,” Imbuh Dawam.

"Kami berharap dapat terus memperbaiki pelayanan dan tugas kepada masyarakat sekaligus dapat dijadikan sebagai wahana menumbuhkembangkan pengetahuan dan kemampuan dalam rangka peningkatan profesionalisme Polri," ungkapnya.

Dawam mengatakan, masalah paham ekstrem keagamaan adalah masalah besar bagi semua pihak, sehingga memerlukan penanganan yang lebih efektif oleh aparat penegak hukum dan masyarakat secara umum.

"Kegiatan ini bertujuan untuk membantu merumuskan arah kebijakan kepolisian terkait di Provinsi Jawa Tengah," ujarnya.

Dia berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi masukan, koreksi, dan perbaikan bagi Polda Jawa Tengah, untuk lebih meningkatkan kinerja yang lebih profesional.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Irwasda Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Drs. Untung Sudarto, Kabag Watpers Ro SDM, Kabag Psi Ro SDM, Kasubdit Kamneg Intelkam, dan Kasubdit Bintinsos Binmas, Kasibinturmas Ditbinmas Polda Jawa Tengah.



Pada pukul 14.00 WIB Tim Kompolnas melanjutkan kegiatan Penelitian bersama Kasubdit Idensos Satgaswil Jateng AKBP Bambang Prasetyono, dan Ka FKPT Jateng Prof. Syamsul Ma’arif.

Pada hari kedua, Kamis 14 April 2022, pukul 10.00 WIB di Polresta Surakarta, tim Kompolnas melanjutkan pelaksanaan pendalaman penelitian yang dihadiri oleh Wakapolresta Surakarta AKBP Gatot Yuliyanto, SIK., SH. dan Wakasat Intelkam AKP Muhtar Fawaik, S.Ag.



Tim Kompolnas juga berkesempatan mengunjungi Pusdiklat Binmas Banyubiru, Kabupaten Semarang.  

“Saya mendapatkan banyak informasi, di Pusdiklat Binmas Banyubiru ini bimbingan yang diberikan tidak saja bimbingan rohani dan bimbingan jasmani, bahkan juga bimbingan secara intelektual. Ini menurut saya penting sekali untuk dikembangkan agar ke depan lebih maksimal, lebih bermanfaat, dan lebih bermartabat.”

Dawam juga sempat berdiskusi dengan “Bon Ali” (panggilan akrab Bripka Nur Ali Suwandhi), seorang Anggota Propam Polda Daerah Istimewa Yogyakarta yang mendapat penghargaan dari Kapolri atas pengabdian dan dedikasinya selama bertugas. Bripka Nur Ali Suwandi merupakan satu di antara polisi yang menginspirasi. Dan ia mendapat penghargaan tersebut berkesempatan untuk melanjutkan jenjang pendidikan sekolah perwira.  

“Bripka Nur Ali Suwandhi, setahun yang lalu saya sempat bertemu dengannya, dan dia cukup pantas mendapatkan penghargaan dan Kami menyampaikan apresiasi untuk dedikasinya.”

Saya berharap, seluruh anggota Polri akan semakin banyak diberikan penghargaan ketika itu memang perlu diberikan penghargaan. Sebab sebuah kesempatan yang baik, itu tidak muncul dengan tiba-tiba, tetapi dengan perjuangan yang cukup panjang.

Selain itu, tim Kompolnas juga sempat mengunjungi Pondok Pesantren Ngruki Al-Mukmin dan diterima baik oleh Kepala Ponpes Ustadz Yahya.  []