Kompolnas Kunjungi Polda Lampung, Sosialisasikan Pencegahan Lahgun Senpi oleh Anggota Polri

Kompolnas Kunjungi Polda Lampung, Sosialisasikan Pencegahan Lahgun Senpi oleh Anggota Polri

Lampung - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengunjungi Polda Lampung dengan agenda penelitian mengenai pembinaan serta pencegahan penyalahgunaan senjata api (senpi) oleh anggota Polri pada Rabu (24/11/2021).

Kunjungan kerja Kompolnas beserta tim peneliti yang dipimpin oleh Brigjen Pol Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon disambut langsung oleh Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto yang didampingi para pejabat utama Polda Lampung,  Selasa (23/11/2021) siang.

Wakapolda Lampung Brigjen Pol Subiyanto dalam sambutannya menyampaikan, selama 11 tahun terakhir terdapat 123 personel Polri yang menyalahgunakan senjata api (senpi) dari tahun 2010 sampai 2021. Penyalahgunaan senpi ini di antaranya meliputi senjata organik dan non-organik.

“Setahun hampir 100 kasus terjadi secara disengaja maupun tidak disengaja. Semoga seluruh jajaran supaya kooperatif agar tim peneliti Kompolnas bisa menjalankan penelitiannya dengan baik sehingga kita mendapatkan masukan,” ujar Subiyanto.

Selanjutnya, Ketua Tim Peneliti Kompolnas Brigjen Pol Musa Ikipson Manaek Muara Tampubolon menghimbau, data-data terkait penyalahgunaan (lahgun) senpi oleh anggota Polri agar segera disampaikan kepada tim peneliti Kompolnas.

“Kegiatan penelitian ini dilaksanakan hari ini dan besok, apa pun hasilnya,” ujar Musa.

Sementara ini, dari hasil penelitian tim Kompolnas di 34 Polda, dari 10 Polda yang dilakukan pendalaman, yakni: Riau, Kepri, Metro Jaya, Sulteng, Jogya, Jateng, Jambi, Lampung, Kalbar, dan Sumut terdapat perubahan data, dimana diketahui kasus lahgun senpi dari tahun 2010 hingga 2021 mengalami peningkatan, yaitu terdapat 784 kasus.

Dari hasil penelitian sementara tersebut, kasus tang paling banyak terjadi adalah senpi hilang, sekitar 18,49%.

Ketua Harian Kompolnas Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto, dalam diskusi grup terarah (FGD) yang digelar oleh Kompolnas di Jakarta pada Kamis (18/11) menjelaskan latar belakang dilakukannya penelitian ini karena banyaknya kasus pelanggaran penyalahgunaan senjata api, sehingga diperlukan penanganan segera karena berdampak serius.

“Sesuai dengan Program Polri Presisi di bidang pengawasan eksternal disebutkan bahwa Polri bekerja sama dengan pengawas eksternal untuk mengkaji suatu masalah dalam rangka mencari akar masalahnya dan membuat rekomendasi. Oleh karena itu, Kompolnas akan segera menyelesaikan penelitian ini dan kemudian membuat rekomendasi bagi pimpinan Polri untuk mencegah penyalahgunaan senjata api oleh anggota Polri,” pungkasnya. [kp/zf]