Kompolnas Kecam Tindakan Kekerasan dan Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah di Sintang

Kompolnas Kecam Tindakan Kekerasan dan Perusakan Rumah Ibadah Ahmadiyah di Sintang

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam tindakan kekerasan yang dilakukan sekelompok orang terhadap rumah ibadah jamaah Ahmadiyah di Sintang, Kalimantan Barat, pada hari Jumat (3/9/2021).

“Aparat kepolisian segera mengusut dan memproses hukum para pelaku yang bertanggung jawab atas perusakan masjid Ahmadiyah tersebut,” ujar juru bicara Kompolnas Poengky Indarti, Minggu (5/9/2021).

Poengky Indarti mengingatkan, Indonesia adalah negara yang berbhinneka tetapi tetap satu, sehingga seluruh masyarakat harus bersatu, saling menghormati dan toleran meskipun berbeda-beda.

Keberagaman adalah kekayaan Indonesia yang harus disyukuri," ujar dia.

Untuk itu, pihak kepolisian harus dapat melindungi seluruh lapisan masyarakat dan menjaga keberagaman tersebut.

Di sisi lain, Poengky menyampaikan, agar ada upaya Polri mencegah peristiwa semacam itu terjadi.

"Polisi memiliki sumber daya hingga level desa/kelurahan yaitu Bhabinkamtibmas, sehingga diharapkan mampu mengawasi dan memotret hal-hal kecil yang nantinya dapat membesar menjadi konflik," kata Poengky.

Menurut Poengky, seharusnya Polri telah menyadari akan potensi konflik dan menyiapkan langkah mengantisipasi bila terjadi peristiwa kekerasan di tempat itu.

"Kapolres selaku anggota Forkopimda diharapkan lebih memahami situasi dan peka terhadap potensi konflik, sehingga bisa mencari jalan keluar, agar kamtibmas dapat terjaga,” jelasnya.

Poengky yakin, dengan mengedepankan tindakan preventif dan preemtif, akan mampu mencegah kejahatan secara maksimal.

"Saat ini diharapkan polisi dapat meredakan situasi (cooling down) dan mencegah terulangnya kekerasan,” harapnya.

Sementara itu, Polda Kalimantan Barat dan Polres Sintang akan mengejar pelaku perusakan rumah ibadah Ahmadiyah oleh ratusan massa di Sintang, Kalimantan Barat pada Jumat (3/9/2021) lalu.

Kabid Humas Polda Kalimantan Barat Kombes Donny Charles mengatakan, pihaknya telah membentuk sebuah tim khusus untuk usut pelaku perusakan tersebut.

Donny menyampaikan, pihak kepolisian berjanji akan segera menangkap sejumlah pihak yang dianggap bertanggung jawab dalam perusakan rumah ibadah Ahmadiyah tersebut.

"Tim gabungan baik dari Polda Kalbar dan Polres Sintang sedang bekerja, semoga dalam waktu dekat sudah ada hasil yang konkret," kata Donny, Minggu (5/9/2021).

Donny menjelaskan, semua pihak yang terlibat dalam perusakan ini nantinya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya itu, termasuk, para provokator yang melakukan mobilisasi massa.

"Semua disesuaikan dengan peranannya masing-masing," tegasnya.  [zf]