Kompolnas: Kami Akan Kawal Penuntasan Proses Hukum Kasus Briptu Nikmal

Kompolnas: Kami Akan Kawal Penuntasan Proses Hukum Kasus Briptu Nikmal

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menaruh perhatian serius terhadap kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum polisi di Polsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara.

Hal itu disampaikan oleh Komisioner Kepolisian Nasional Poengky Indarti, yang menegaskan bahwa Kompolnas akan memantau dan mengawal penuntasan proses hukum terhadap Briptu Nikwal Idwar yang telah ditetapkan sebagai tersangka perkosaan gadis di bawah umur.

Diberitakan sebelumnya kasus tersebut terjadi di Kantor Polsek Jailolo Selatan, Halmahera Barat, Maluku Utara pada Minggu 13 Juni 2021 lalu.

“Tentunya kami Kompolnas akan mengawal dan mengawasi prosesnya," ujar Poengky kepada wartawan Sabtu (26/6/2021).

Poengky juga menambahkan, ulah bejat yang dilakukan Briptu Nikmal sangat tidak bermoral dan telah mencoreng nama baik institusi Polri, yang saat ini juga sedang berbenah di bawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Terlebih Briptu Nikmal melampiaskan ulah bejatnya tersebut di Kantor Polsek Jailolo Selatan.

"Tindakan yang bersangkutan juga menghina institusi Polri, karena melakukan kejahatan di kantor polsek dan dengan menyalahgunakan atribut serta instrumen hukum," kata Poengky.

Maka dari itu, Kompolnas meminta supaya Briptu Nikwal dijatuhkan sanksi tegas sebagai bentuk ganjaran atas perbuatan bejatnya tersebut.

Menurut Poengky, pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan karena melanggar pasal 76D juncto 81 UU No. 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimum pidana 15 tahun dan denda maksimum Rp 5 miliar.

Poengky juga menilai, seharusnya Briptu Nikwal menjadi teladan bagi masyarakat dan menjaga nama baik Polri.

“Seharusnya yang bersangkutan mengayomi, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum, tetapi malah merusaknya," sebut Poengky.

Sehubungan dengan pernyataan Kompolnas, Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan (Kadiv Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo, mengkonfirmasi pemberhentian secara tidak hormat (PTDH) terhadap Briptu Nikwal Idwar yang menjadi tersangka kasus pemerkosaan gadis di Mapolsek Jailolo Selatan, Maluku Utara.

"Pemberhentian tidak dengan hormat dan hukuman seberat-beratnya Briptu Nikmal," kata Ferdy kepada wartawan Kamis (24/6/2021).[hs/kp]