Kompolnas: Jika Tidak Diproses secara Hukum, Kasus Main Hakim Sendiri itu Membahayakan

Kompolnas: Jika Tidak Diproses secara Hukum, Kasus Main Hakim Sendiri itu Membahayakan

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengecam aksi main hakim sendiri atas tindakan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kasman alias Muhammad Kece yang berpotensi membahayakan apabila tindakan tersebut tidak diproses hukum secara tegas karena dapat menjadi legitimasi kelompok intoleran atau kelompok radikal untuk membenarkan tindakannya.

"Kasus main hakim sendiri dan hukum rimba yang dipertontonkan kepada publik ini membahayakan jika tidak diproses hukum, karena dapat menjadi legitimasi kelompok-kelompok intoleran dan kelompok-kelompok radikal untuk membenarkan tindakan main hakim sendiri sesuai penilaiannya sendiri. Sehingga mengabaikan hukum dan memicu konflik horizontal dengan sesama masyarakat," ujar juru bicara Kompolnas Poengky Indarti, Jumat (24/9/2021).

Poengky mengatakan, Kompolnas tidak mentolerir ujaran kebencian atau hate speech yang diduga dilakukan Muhammad Kece, tetapi juga tidak membenarkan aksi kekerasan yang diduga dilakukan Napoleon Bonaparte.

"Kami tidak mentolerir hate speech dan hate crimes yang diduga dilakukan saudara MKC, tetapi kami juga tidak bisa membenarkan aksi kekerasan yang dilakukan saudara NB dan kawan-kawan menganiaya MKC. Negara kita adalah negara hukum, sehingga semua orang harus menghormati hukum," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, Bareskrim Polri telah menerima satu laporan polisi (LP) nomor: 0510/XIII/2021/Bareskrim, tertanggal 26 Agustus 2021, atas nama pelapor Muhamad Kasman alias Muhammad Kece. Kasusnya, terkait dugaan penganiayaan dengan pelaku disebut sesama penghuni Rutan Bareskrim Polri.

Kemudian diketahui, terduga pelaku penganiayaan adalah Irjen Napoleon Bonaparte, yang ditahan atas perkara suap penghapusan nama Djoko Tjandra dari daftar red notice Interpol. []