Kompolnas Ingatkan Korps Bhayangkara agar Tidak Terlena dengan Hasil Survei

Kompolnas Ingatkan Korps Bhayangkara agar Tidak Terlena dengan Hasil Survei

Jakarta – Survei terbaru Indikator Politik Indonesia menyatakan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menyentuh angka 80,2\%. Angka survei ini mendapat sambutan baik dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

                       

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti menilai, hasil survei tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan publik meningkat kepada institusi Polri.

 

Selain itu, Poengky juga mengingatkan, agar Korps Bhayangkara tidak terlena sehingga tetap melaksanakan tugas melayani, mengayomi, melindungi masyarakat, dan menegakan hukum dengan baik.

 

"Kami menyambut baik hasil survei yang menunjukkan meningkatnya kepercayaan publik pada Polri. Hal tersebut tidak boleh menjadikan pimpinan dan anggota Polri menjadi terlena karena akan berdampak buruk pada performance lembaga," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Senin (6/12/2021).

 

Poengky menyampaikan, hasil survei ini harus melecut semangat agar meningkatkan kinerja.

 

"Justru harus melecut semangat untuk lebih baik dalam melaksanakan tugasnya dalam melayani, mengayomi, melindungi masyarakat, dan menegakkan hukum guna mewujudkan harkamtibmas," ungkapnya.

 

Dikatakan oleh Poengky, reformasi kultural Polri harus lebih digelorakan agar tingkat kepercayaan publik dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan.

 

"Reformasi kultural Polri ini mengarahkan pimpinan dan anggota Polri untuk mengubah mindset dan culture set agar menjadi polisi yang profesional, humanis, dan menghormati HAM. Praktik-praktik buruk di masa orde baru antara lain, kekerasan berlebihan, arogansi, hedonis, dan korupsi atau pungli harus dihapus," katanya.

 

Ibarat pepatah, nila setitik rusak susu sebelanga. Tindakan seorang oknum anggota yang melakukan pelanggaran akan berdampak negatif kepada institusi.

 

Poengky mengingatkan, pimpinan atau atasan harus memberikan contoh teladan, membimbing anak buah, mengawasi, dan memberikan reward jika anggota berprestasi dan memberikan teguran atau sanksi jika anggota melakukan pelanggaran.

 

"Pengawas Internal harus proaktif, tegas dan independen dalam mengawasi. Respons pengawas internal harus cepat. Jangan sampai masyarakat yang melapor merasa kecewa, lalu memviralkan tindakan oknum anggota. Tidak boleh ragu dalam menindak tegas. Jangan sampai ada diskriminasi," jelasnya.

 

Poengky juga menambahkan, saat ini masyarakat masih merasakan adanya pelanggaran yang dilakukan anggota dan kurang sigapnya proses hukum atas pelanggaran tersebut, membuat masyarakat memviralkan di media massa.

 

"Respons cepat setelah viral semakin membuat masyarakat lebih menyukai untuk memviralkan pengaduan. Oleh karena itu kepada seluruh anggota agar jangan lagi melakukan pelanggaran karena pengawas polisi tidak hanya pengawas internal dan eksternal, namun masyarakat dan media (konvensional maupun sosial) juga menjadi pengawas polisi yang sangat kritis," tandasnya.

 

Diketahui sebelumnya, kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri meningkat. Hal itu tampak melalui survei terbaru Indikator Politik Indonesia, yang menyatakan tingkat kepercayaan publik terhadap Polri menyentuh angka 80,2\%.

 

Angka ini tertinggi sepanjang sejarah survei opini publik dalam satu dekade terakhir. Artinya, selama 10 tahun terakhir, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Korps Bhayangkara selalu berada di bawah 80\%.

 

Indikator Politik Indonesia melakukan survei tatap muka pada 2 hingga 6 November 2021. Penarikan sampel dilakukan dengan metode multistage random sampling dengan jumlah responden mencapai 2.020 orang. Survei ini memiliki margin of error kurang lebih 2,9\% pada tingkat kepercayaan 95\%.

 

Berikut grafik survei kepercayaan masyarakat terhadap Polri dari tahun 2014 hingga 2021 berdasarkan data Indikator Politik Indonesia. Tahun 2014 sebesar 57,5\%, 2015 sebesar 68,6\%, 2016 sebesar 73,2\%, 2017 sebesar 76,5\%, 2018 sebesar 79,8\%, 2019 sebesar 80\%, 2020 sebesar 72\%, dan di tahun 2021 80,2\%. []