Kompolnas Himbau Bareskrim Polri Proaktif Pantau jika Ada Penyimpangan Harga PCR

Kompolnas Himbau Bareskrim Polri Proaktif Pantau jika Ada Penyimpangan Harga PCR

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyikapi himbauan Kepala Bagian Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Komjen Pol. Agus Andrianto seyogyanya masyarakat turut aktif melaporkan oknum yang menyediakan Polymerase Chain Reaction (PCR) di atas harga yang telah ditentukan oleh pemerintah.

“Ajakan Bareskrim Polri agar masyarakat aktif melaporkan apabila melihat, mendengar, dan menyaksikan masih ada harga PCR di atas Rp495 ribu patut direspon dan disambut baik. Dalam hal ini, Polri melalui Bareskrim Polri salah satunya, tentu tidak saja menunggu laporan masyarakat, tetapi juga  proaktif dalam mengawasi penyimpangan harga PCR di tengah-tengah masyarakat,” ujar Anggota Kompolnas Yusuf Warsyim, Jumat (20/8/2021).

Yusuf menjelaskan, penetapan harga Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk test Covid-19 yang diturunkan oleh pemerintah memang harus diawasi ketat keberlakuannya di lapangan.

Jangan sampai upaya pemerintah menurunkan harga PCR untuk meringankan beban masyarakat dalam testing Covid-19 dengan PCR akan menjadi sia-sia karena ada oknum penyelenggara testing PCR masih memberlakukan harga di atas yang telah ditetapkan oleh Pemerintah.

“ Siapa pun, masyarakat harus turut aktif mengawasi penerapan harga PCR Rp495 ribu, tidak hanya Polri sebagai penegak hukum,” ucapnya

Yusuf mengatakan, upaya preventif mesti terus dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran harga.

“Upaya preventif dapat dilakukan melalui sosialisasi secara massif di tengah masyarakat. Misalnya, dengan menyampaikan bahwa Polri akan menindak secara tegas terjadap pihak yang menaikan harga PCR,”sarannya.

Yusuf berharap, pengawasan Polri yang massif terhadap penerapan harga PCR saat ini perlu dilakukan.  Hal ini dilakukan agar harga PCR yang telah diturunkan oleh pemerintah dapat benar-benar dirasakan masyarakat. [fer/zf]