Kompolnas Harap Polisi Transparan dan Profesional Selesaikan Kasus Bripka AA yang Tembak Warga di Makassar

Kompolnas Harap Polisi Transparan dan Profesional Selesaikan Kasus Bripka AA yang Tembak Warga di Makassar

JAKARTA – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) berharap polisi transparan dan profesional menyelesaikan kasus Bripka AA yang menembak warga di Makassar.

"Saya berharap pemeriksaan Propam profesional, transparan, dan akuntabel," ujar Jubir Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Jumat (11/3/2022) malam.

Dia mengingatkan, penggunaan senjata api (senpi) oleh kepolisian merupakan pilihan terakhir.

"Penggunaan senjata api adalah the last resort dan memedomani prinsip legalitas, necesitas, dan proporsionalitas," kata Poengky.

Poengky menyampaikan, polisi diberikan tiga syarat untuk menggunakan senpi berdasarkan Perkap Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penggunaan Kekuatan dalam Tindakan Kepolisian yang tertuang dalam Pasal 8.

Pertama, tindakan pelaku kejahatan dapat menyebabkan luka parah atau kematian anggota Polri atau masyarakat. Kedua, anggota Polri tidak memiliki alternatif lain yang beralasan dan masuk akal untuk menghentikan tindakan atau perbuatan pelaku kejahatan.

"Anggota Polri sedang mencegah larinya pelaku kejahatan yang merupakan ancaman segera terhadap jiwa anggota Polri atau masyarakat," kata Poengky.

Di tempat lain, Kabid Humas Sulsel Kombes Komang mengatakan, peristiwa penembakan itu terjadi karena adanya kesalahpahaman.

Menurut Komang, kesalahpahaman itu berawal pada waktu Bripka AA bersama rekannya berkunjung ke rumah seseorang bernama Nita di Jalan Rajawali, Makassar, Sulsel. Saat pulang, Zulkifli meneriaki anggota tersebut.

Setelah mendengar teriakan itu, Bripka AA mendatangi Zulkifli dan menanyakan apa maksudnya.

Zulkifli yang saat itu terlihat mabuk diperiksa tasnya oleh Bripka AA.

“Dalam tas Zulkifli ditemukan senjata tajam dan langsung diamankan,” kata Komang.

Bripka AA membawa tas itu dan meminta Zulkifli untuk mengambilnya di polsek terdekat.

Zulkifli yang pada saat itu dalam kondisi mabuk menolak dan mengeluarkan senjata tajam lainnya dari pinggangnya.

“Karena terdesak, AA jatuh ke belakang dan melakukan tembakan peringatan ke atas," ujar Komang.

Hingga tindakan Zulkifli semakin kalap.

Bripka AA yang merupakan anggota polisi di Polrestabes Makassar ini lalu melumpuhkan Zulkifli hingga tersungkur dengan tembakan senpi. []