Kompolnas Harap Polisi dapat Bedakan Gangguan Harkamtibmas dan Kreativitas Kebebasan Berekspresi

Kompolnas Harap Polisi dapat Bedakan Gangguan Harkamtibmas dan Kreativitas Kebebasan Berekspresi

JAKARTA – Soal pembuat kritik mural wajah Jokowi yang bertuliskan 404: Not Found yang jadi buronan dan tukang sablon yang membuat kaos dengan desain mural tersebut sempat diamankan di Tuban, tindakan kepolisian mendapatkan sorotan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Kompolnas menilai sikap pihak kepolisian terlalu reaktif terhadap pengkritik presiden sebagai tindakan yang kontraproduktif dan bisa merusak citra Jokowi dan Polri.
Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, tindakan tersebut tak jarang membuat institusi negara bisa dinilai mengabaikan kritik dan melakukan pembungkaman ekspresi masyarakat. 
Menurutnya, kasus ini seharusnya bisa dapat ditindak jika konten itu dilaporkan langsung oleh Presiden Jokowi. Sebaliknya, konten itu dapat ditindak jika berpotensi mengganggu keamanan negara.
"Seharusnya sederhana saja tolak ukurnya. Jika Presiden melaporkan ke polisi, maka disitulah mereka harus bergerak menegakkan hukum,"  ujar Poengky.
Oleh karena itu, Poengky meminta pimpinan perlu menyampaikan arahan kepada satuan wilayah untuk tidak melakukan tindakan yang berlebihan terkait kritik terhadap presiden.
"Perlu arahan Pimpinan yang lebih komprehensif dan menyentuh satuan wilayah terbawah. Mereka tidak paham jika mereka terlalu reaktif malah justru kontra produktif dengan nama baik institusi Polri dan nama baik Presiden," kata Poengky saat dikonfirmasi, Jumat (20/8/2021). 
Poengky berpesan, pimpinan Polri perlu untuk membuat sebuah pedoman untuk membatasi tindak anggota jajarannya dalam menanggapi kritik bernada satire yang ditujukan kepada pemerintah, ataupun Presiden Joko Widodo. 
"Saya melihat masih ada anggota yang berparadigma bahwa Presiden tidak boleh dibuat sebagai lelucon. Sehingga bertindak terlalu reaktif. Saya berharap anggota dapat membedakan, mana yang memenuhi unsur memecah belah sehingga menganggu harkamtibmas dan mana yang merupakan kreativitas kebebasan berekspresi," jelasnya. []