Kompolnas Harap Kasus Dugaan Suap Kasus Narkoba di Polresta Medan Segera Dituntaskan

Kompolnas Harap Kasus Dugaan Suap Kasus Narkoba di Polresta Medan Segera Dituntaskan

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mengapresiasi keputusan Kapolda Sumut Irjen pol Panca Putra Simanjuntak menonaktifkan Kombes Riko Sunarko dalam jabatannya.
Menurut anggota Kompolnas Yusuf Warsyim, keputusan penonaktifan Kapolresta Medan saat ini oleh Kapolda Sumut sudah tepat.
"Penonaktifan tersebut tentu terkait kepentingan pemeriksaan BidPropam Sumut. Kita sangat berharap kasus dugaan suap kasus narkoba di Wilayah Hukum Polresta Medan segera dituntaskan. Siapa pun baik pimpinan maupun anggota apabila terbukti harus ditindak tegas," jelasnya, Sabtu (22/1/2022).
Yusuf mengatakan, sekiranya apa yang telah pernah dinyatakan Kapolri untuk “memotong kepala apabila ekornya tidak dapat diputus” menuntut diterapkan dan dilakukan.
"Walaupun demikian, penyelesaian kasus tersebut harus tetap dilakukan secara profesional, akuntabel, dan transparan berkeadilan," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, pencopotan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko berlangsung di Mapolda Sumut pada Jumat (21/1/2022) malam.
Pencopotan tersebut disampaikan langsung oleh Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak didampingi Wakapolda Brigjen Dadang Hartanto.
Dalam penjelasannya, jabatan Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko digantikan oleh Kombes Pol Armia Fahmi.
"Saya menarik saudara Kapolrestabes Medan untuk mendalami tanggung jawab dan kewenangan seorang Kapolrestabes Medan," katanya.
Lebih lanjut Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra menyampaikan, untuk pemeriksaan terhadap Kombes Riko Sunarko tetap berjalan. Apabila terbukti menerima suap, Riko akan segera disidangkan.
"Ini berproses lanjutannya kalau terbukti itu akan disidangkan itu sekarang kita lihat," kata Panca.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, kasus yang menyeret nama Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, terungkap saat HM Rusdi, pengacara Ricardo Siahaan mewawancarai kliennya dalam persidangan.
Anggota Sat Res Narkoba Polrestabes Medan yang didakwa mencuri uang barang bukti Rp 650 juta dan didakwa menguasai narkoba itu menyatakan sisa uang suap juga digunakan membeli sepeda motor hadiah anggota TNI AD.
Tak hanya itu, uang tersebut juga digunakan membayar Pengawas Pemeriksa (Wasrik) dan membayar pers release.
Dalam pengakuan terdakwa, jumlah uang yang dipakai sebanyak Rp 75 juta, dari Rp 300 juta bersumber dari Imayani, istri terduga gembong narkoba bernama Jusuf alias Jus. []