Kompolnas Dukung Kebijakan Polda Metro Optimalkan Teknologi Cegah Pungli

Kompolnas Dukung Kebijakan Polda Metro Optimalkan Teknologi Cegah Pungli

JAKARTA — Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Poengky Indarti, mendukung kebijakan mengoptimalkan teknologi untuk mencegah kesempatan pungli oleh anggota. Selain dengan mengandalkan e-TLE, anggota Polantas yang bertugas juga harus dibekali body camera dan dashboard camera di kendaraan untuk mencegah penyimpangan oleh anggota.

”Selain mencegah kontak langsung petugas dan masyarakat, penggunaan teknologi ini juga merekam peristiwa yang terjadi sehingga petugas tidak akan berani melanggar aturan,” ujarnya.

Menurut Poengky, pengawasan internal juga perlu dimaksimalkan, pimpinan perlu memberikan contoh teladan dan bimbingan kepada bawahannya, para anggota polisi perlu terus dibekali pendidikan dan keahlian tambahan untuk meningkatkan pemahaman terkait Reformasi Kultural Polri, termasuk di dalamnya perilaku antikorupsi.

Sebelumnya diberitakan, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengevaluasi internalnya setelah adanya kasus pungutan liar (pungli) oleh oknum anggotanya di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Pembenahan akan dilakukan, antara lain, dengan memaksimalkan teknologi, seperti penindakan pelanggaran atau tilang elektronik.

Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Metro Jaya mendapatkan arahan secara langsung dari Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Fadil Imran. Arahan diberikan setelah anggota Satuan Lalu Lintas Polres Bandara, Ajun Inspektur Satu PDH, ditahan karena melakukan pungli pada Senin (1/11/2021).

Kasus dugaan pungli pengemudi truk berisi bawang putih yang melanggar aturan karena tidak membawa dokumen kendaraan dimintai Rp100.000. Namun, uang itu ditukar sekarung bawang putih dan diterima. 

Rekaman atas kejadian tersebut sempat beredar dan menjadi bahan pergunjingan di media sosial. Dari kasus tersebut, Fadil meminta adanya pembenahan.

”Kami diperintahkan mengidentifikasi lokasi-lokasi mana yang sering banyak pungli dan sering digunakan oleh oknum Polantas untuk kami bersihkan dan tindak,” kata Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Sambodo Purnomo Yogo di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Kamis (4/11/2021).

Laporkan Polantas nakal, baik di pelayanan SIM, STNK, dan BPKB maupun dalam hal penindakan di jalan.

Setelah terindentifikasi, lokasi tersebut nantinya akan dipasang kamera pemantau (CCTV) untuk diterapkan sistem tilang elektronik atau electronic traffic law enforcement (e-TLE). Penggunaan e-TLE, diharapkan Sambodo, bisa meminimalkan interaksi antara anggota dan masyarakat.

Sebelumnya, Sambodo juga menyampaikan, Polda Metro Jaya membuka layanan hotline untuk melaporkan oknum polisi nakal di nomor 0812-9891-1911. Pelaporan bisa disertakan dengan waktu kejadian serta dengan bukti foto dan video.

”Laporkan Polantas nakal, baik di pelayanan SIM, STNK, dan BPKB maupun dalam hal penindakan di jalan,” ujarnya. []