Kompolnas Dorong Polri Tuntaskan Sidang Etik Obstruction of Justice

Kompolnas Dorong Polri Tuntaskan Sidang Etik Obstruction of Justice

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional Kompolnas (Kompolnas) terus mendorong Polri untuk segera menuntaskan sidang kode etik terhadap tersangka obstruction of justice yang lain.

Diketahui, saat ini Polri telah menyelesaikan sidang etik 4 (empat) dari 7 (tujuh) tersangka obstruction of justice dalam kasus kematian Bridagir J. Keempat orang tersebut ialah Ferdi sambo, Chuck Putraton, Baiquni Wibowo dan Agus Nur Patria, mereka kini telah diberikan sanksi dengan PTDH.

Masih ada 3 (tiga) tersangka yang saat ini masih belum menjalani sidang kode etik, yaitu Hendra Kurniawan, Arif rahman dan Irfan Widyanto.

Juru Bicara Kompolnas, Poengky indiarty sangat mengharapkan supaya ada sidang dan juga jadwal yang menerangkan nama terduga di samping waktu dan pelaksanaan sidangnya,hal ini penting dilakukan agar publik maupun media mengetahui nya

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, Kompolnas berharap agar Polri segera memberi kejelasan terhadap jadwal sidang ketiga tersangka tersebut. Hal ini guna memenuhi hak publik dan media untuk terwujudnya transparansi dan akuntabilitas.

Sejalan dengan apa yang diharapkan Kompolnas, seorang pengamat kepolisisan dari Institute for Security and Strategic Studies [ISESS] Bambang rukminto mengkritisi, tertundanya sidang kode etik terhadap tersangka obstruction of justice ini akan muncul dugaan hanya untuk mengulur waktu.

Sementara itu menyikapi hal  tersebut, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo dengan tegas mengatakan bahwa tidak ada penundaan waktu dalam menyelesaikan sidang etik bagi anggota polri yg terlibat kejadian pembunuhan di Duren Tiga

" Tidak ada mengulur-ulur waktu", kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin (19/9/2022).