Kompolnas Curigai “Perdagangan” Kasus Chat Mesra Kapolsek Sulteng

Kompolnas Curigai “Perdagangan” Kasus Chat Mesra Kapolsek Sulteng

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) soroti kasus chat mesra  oknum Kapolsek Iptu IDGN kepada S di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, Kompolnas mencurigai adanya ‘perdagangan’ dalam penanganan kasus ayah S yang dilakukan oleh oknum Kapolsek tersebut.

"Jika benar yang bersangkutan melakukan perbuatan tersebut, berarti kuat dugaan ada upaya 'perdagangan' dalam penanganan kasus tersangka, yang berpotensi menguntungkan diri sendiri dengan menyalahgunakan jabatan atau kewenangan," Poengky saat dihubungi, Sabtu (16/10/2021).

Poengky menjelaskan, tindakan Iptu IDGN tersebut berpotensi ke arah  dugaan korupsi, apabila terbukti bersalah.

Menurut informasi, saat ini Iptu IDGN sudah dibebastugaskan demi kelancaran pemeriksaan.

"Jika benar, dapat diduga berpotensi masuk ke kasus korupsi berupa gratifikasi seksual serta dapat masuk pula ke tindakan pelecehan seksual," ujar Poengky.

Selanjutnya, Poengky menghimbau agar Iptu IDGN dijatuhi sanksi tegas, apabila terbukti bersalah. Menurutnya, perbuatan oknum Kapolsek tersebut dapat mencoreng nama intitusi Polri.

"Kita semua perlu menunggu kebenaran perkaranya sampai pengawas internal selesai melakukan pemeriksaan. Jika apa yang diungkapkan anak tersangka itu benar, jelas perlu ada sanksi tegas bagi si Kapolsek," jelas Poengky.

"Jika ada pelanggaran, yang dipertaruhkan adalah nama baik institusi. Ibarat nila setitik rusak susu sebelanga," pungkas Poengky.

Diberitakan sebelumnya, seorang oknum Kapolsek di Sulawesi Tengah (Sulteng) diduga mengirimkan pesan lewat WhatsApp (WA) kepada anak seorang tersangka. Atas kasus pelanggaran hukum tersebut, Polda Sulteng kini tengah menelusuri kebenarannya.

Kapolsek yang diduga mengirim chat kepada anak tersangka itu diduga berada di wilayah hukum Parigi Moutong (Parimo). Kabar itu terungkap setelah S, anak tersangka, menceritakan ke sebuah media lokal chat dari oknum Kapolsek kepadanya.

Beredar kabar oknum Kapolsek tersebut mengirim chat kepada S agar bapaknya dibebaskan. Polda Sulteng menyidik kabar tersebut dengan mengirimkan tim internal.

"Memang benar ada di media. Untuk cek kebenarannya, tim internal kita mendalami kebenaran berita tersebut," kata Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto saat dimintai konfirmasi, Jumat (15/10).

Kombes Didik mengatakan belum dapat memberi keterangan lebih jauh karena tim internal baru bergerak menelusuri kabar tersebut.

Saat ini Kapolsek itu telah dinonaktifkan agar fokus dalam pemeriksaan terkait kabar dugaan adanya pelanggaran hukum atas perkara tersebut. [zf/kp]