Kompolnas Apresiasi Tiga Poin Laporan Akhir Tahun Polri 2021

Kompolnas Apresiasi Tiga Poin Laporan Akhir Tahun Polri 2021

JAKARTA - Merujuk Laporan Akhir Tahun Polri 2021 yang disampaikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo pada hari Jumat (31/12/2021), Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menggarisbawahi tiga hal atas laporan tersebut.

Pertama, akan digunakannya body worn camera oleh anggota Polri.

"Hal ini sesuai dengan rekomendasi Kompolnas. Body worn camera sangat bagus untuk mengawasi kinerja anggota di lapangan agar tidak melakukan penyimpangan," kata Komisioner Kompolnas, Poengky Indarti kepada wartawan, Minggu (2/1).

Lebih lanjut, Poengky menyampaikan, anggota polisi mengenakan body worn camera untuk tidak melakukan kekerasan berlebihan, atau tidak melakukan pungli, serta tindakan arogan.

“Penggunaan body camera merupakan bentuk akuntabilitas dan transparansi Polri, serta menunjukkan Polri yang modern. Polisi di negara-negara maju, seperti Inggris dan Amerika Serikat, serta negara-negara ASEAN, seperti Singapura, Malaysia, dan Filipina juga sudah menggunakan body camera,” jelas Poengky.

Poengky menyampaikan, Kompolnas berharapkan dengan penggunaan body camera, Polri akan menjadi lebih presisi, sehingga cita-cita Reformasi Kultural Polri agar seluruh anggota Polri menjadi polisi yang humanis, profesional, dan menghormati HAM segera terwujud.

Poin kedua, yaitu soal dinaikkannya Unit PPA menjadi Direktorat PPA.

"Hal ini juga sesuai dengan rekomendasi Kompolnas. Peningkatan dari unit menjadi direktorat ini sangat dibutuhkan, mengingat jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak-anak semakin meningkat," katanya.

Dengan demikian, Poengky menjelaskan, peningkatan dari unit menjadi direktorat tersendiri akan lebih meningkatkan pelayanan dan perlindungan pada perempuan dan anak-anak terkait upaya penegakan hukum.

Soal poin ketiga yakni janji Listyo akan memberikan posisi strategis kepada Polisi Wanita (Polwan). Menurut Poengky, jumlah Polwan hanya 5,8 persen dari jumlah seluruh anggota Polri dan angka tersebut terbilang terkecil di Asia Tenggara.

“Kompolnas sangat mengapresiasi dan mendukung hal tersebut,” ujar Poengky.

"Padahal jumlah perempuan di Indonesia 50 persen dari total jumlah penduduk, sehingga jumlah Polwan perlu lebih diperbanyak untuk melayani masyarakat," tegasnya.

Selain perlunya peningkatan rekruitmen Polwan, peningkatan jumlah Polwan yang menjadi Kapolsek dan Kapolres terus didorong oleh Kompolnas. Mengingat saat ini ada 3 Brigjen Polwan yaitu Brigjen Ida Oetari, Brigjen Apriastini, dan Brigjen Juansih.

"Yang menurut kami kesemuanya sangat layak menyandang pangkat Irjen. Kami juga mengharapkan Polwan bisa dipercaya menjadi Kapolda dan posisi-posisi strategis bintang dua lainnya," katanya. []