Kompolnas : Kebebasan Berpendapat Bukan Berarti Mengujar Kebencian

Kompolnas : Kebebasan Berpendapat Bukan Berarti Mengujar Kebencian

JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan dukungan penuh adanya proses penegakan hukum terhadap Muhammad Kece dan Yahya Waloni. Sebagaimana diketahui, polisi telah menetapkan dua orang tersebut sebagai tersangka, terkait kasus dugaan penistaan agama.

"Kompolnas menyambut baik upaya penegakan hukum yang dilakukan Bareskrim Polri kepada saudara Muhammad Kece dan saudara Yahya Wahloni. Kami mendukung upaya penyidikan yang profesional transparan dan berkeadilan," kata Poengky melalui pesan singkat, Senin (30/8).

Poengky juga mengharapkan, masyarakat dapat mengambil pelajaran dari kasus tersebut, ia menyebutkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Menurutnya, kebebasan berpendapat di media sosial bukan berarti menyebarkan ujaran kebencian atau sesuatu yang dapat memecah belah bangsa.

"Kebebasan berekspresi tidak boleh lakukan sewenang-wenang, yang nantinya akan mencederai hak-hak dari orang lain," ujar Poengky.

Selanjutnya Poengky menegaskan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai keberagaman, kebhinekaan dalam berkehidupan suku, agama, ras antar golongan. Maka dari itu, jika ada pihak yang melanggar nilai-nilai tersebut harus menanggung konsekuensinya.

"Jika ada yang melanggar norma-norma kebangsaan, maka konsekuensinya yang bersangkutan harus berhadapan dengan hukum," jelasnya.

Diketahui, polisi menjerat Muhammad Kece alias Muhammad Kasman melanggar UU ITE Pasal 28 Ayat 2 dan Jo Pasal 45 a ayat 2 atau Pasal 156a KUHP terkait penodaan agama dengan ancaman enam tahun penjara. Dia ditetapkan sebagai tersangka lantaran kasus dugaan penistaan agama terkait ceramah yang dianggap dapat memecah belah bangsa.

Polisi juga menetapkan Yahya Waloni menjadi tersangka terkait dugaan ujaran kebencian atau penodaan agama tertentu. Perbuatan Yahya Waloni dinilai melanggar ujaran kebencian yang tertuang dalam Pasal 28 ayat 2 Juncto Pasal 45a ayat 2.[kp]