Kasus Perundungan di KPI Belum Juga Selesai, Kompolnas Beri Saran kepada Polisi

Kasus Perundungan di KPI Belum Juga Selesai, Kompolnas Beri Saran kepada Polisi

JAKARTA - Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyoroti kasus perundungan seksual di Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang mandek di kepolisian.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti menyarankan, polisi bisa memanfaatkan metode scientific crime investigation (investigasi kriminial ilmiah) dalam menangani kasus ini.

"KPI kan membuat tim internal. Kami berharap hasilnya dapat membantu penyelidikan Polres Jakarta Pusat. Karena kejadian sudah lama, saya berharap penyelidikan dapat dibantu dengan scientific crime investigation," kata Poengky kepada wartawan, Rabu (9/3/ 20220).

Scientific Crime Investigation ini bisa ditelusuri dengan memantau kejahatan di TKP melalui rekaman CCTV,  bukti yang bisa dicek dari data elektronik, dan bukti DNA.

Mengingat hal ini, Kompolnas akan terus mendorong kepolisian agar segera menyelesaikan proses penyelidikan yang sejak September 2021 belum selesai. Dan Kompolnas akan melakukan klarifikasi soal kelanjutan kasus pelecehan seksual dan perundungan pegawai KPI itu ke Polda Metro Jaya.

"Untuk menanyakan sejauh mana proses penyelidikannya, apa hambatan-hambatannya, dan apa langkah yang akan dilakukan untuk keluar dari hambatan," kata Poengky.

Poengky mengingatkan, dari 15 poin rekomendasi Komnas HAM, semestinya KPI kooperatif membantu pihak kepolisian mengusut kasus tersebut.

"Kami berharap hal tersebut sudah dilaksanakan," harapnya.

Poengky juga berharap KPI dan pihak kepolisian bekerja sama sehingga kasus ini bisa dilanjutkan ke tahap penyidikan. Sampai saat ini, baik Polda Metro Jaya dan KPI masih bungkam saat dihubungi.

Dalam konferensi pers dengan didampingi LBH Apik Jakarta, korban pelecehan seksual dan perundungan itu menyatakan mengalami cemas berkepanjangan sampai memicu asam lambungnya naik karena mandeknya penangan kasus tersebut. Korban berinisial MS itu merasa kecewa.

Korban perundungan seksual di KPI itu ingin bertemu Kapolri Jendral Listyo Sigit Prabowo untuk mengadukan kasusnya yang mandek.

"Menurut saya, Kapolri sosok polisi yang mengagumkan karena memiliki jiwa reformatif, transformatif, dan mendengar kritik dari rakyat jelata. Saya ingin menyampaikan langsung kepada Kapolri bahwa selama bertahun-tahun saya tidak dapat tidur karena para pelaku belum dihukum setimpal atas perbuatannya pada saya," ujar MS pada konferensi pers lewat virtual meeting pada 7 Maret 2022. []