Kapolri “Potong Kepala” 7 Pejabat Polri, Kompolnas: Merupakan Momentum Reformasi Kultural Polri secara Konsekuen

Kapolri “Potong Kepala” 7 Pejabat Polri, Kompolnas: Merupakan Momentum Reformasi Kultural Polri secara Konsekuen

JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mencabut tujuh pejabat terkait dugaan pelanggaran kode etik.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menilai keputusan tersebut merupakan bentuk ketegasan Kapolri menindak anggotanya.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, tindakan tegas Kapolri tersebut juga merupakan momentum Polri dalam hal melaksanakan reformasi kultural dalam tubuh Polri.

"Pencopotan tersebut wujud ketegasan Kapolri. Kompolnas juga melihat hal ini sebagai momentum Polri untuk melaksanakan reformasi kultural Polri secara konsekuen," kata Poengky, Selasa (2/11/2021).

Lebih lanjut, terkait pencopotan tujuh pejabat Polri tersebut, Poengky menjelaskan, pencopotan dilakukan untuk pemeriksaan, karena adanya dugaan tindakan menyeleweng yang mereka lakukan.

"Atau mereka sebagai pimpinan, gagal memberikan teladan atau mengawasi anggota untuk tidak melakukan pelanggaran yang mengakibatkan protes masyarakat," ujar Poengky.

Diberitakan sebelumnya, dalam arahan pada penutupan pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-30, Sespimen Polri Dikreg Ke-61, dan Sespimma Polri Angkatan Ke-66, di Lembang, Jawa Barat, di Lembang, Jawa Barat, Rabu (27/10) Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan lantang menyebut, akan “memotong kepala” atau menindak pimpinan yang bermasalah bukanlah sebuah gertakan semata.

Terbukti, Kapolri telah “memotong” sebanyak tujuh pejabat Polri dari jabatannya.

Pencopotan tujuh pejabat kepolisian ini tertuang dalam surat telegram nomor nomor ST/2279/X/KEP./2021 per tanggal 31 Oktober 2021, ditandatangani oleh AS SDM Polri Irjen Wahyu Widada atas nama Kapolri, yang diterima awak media pada Senin malam (1/11/2021).

Pernyataan "potong kepala" itu, disampaikan Listyo merujuk peribahasa, "ikan busuk mulai dari kepala" atau kalau pimpinannya bermasalah, maka bawahannya juga akan bermasalah.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan, pencopotan tujuh pejabat menengah itu menunjukkan komitmen Kapolri untuk melakukan pembenahan internal agar menjadi jauh lebih baik.

"Ya ini tentunya sebagaimana komitmen dan pernyataan pak Kapolri soal 'ikan busuk mulai dari kepala', kalau pimpinannya bermasalah maka bawahannya akan bermasalah juga, serta semangat dari konsep Presisi. Komitmen ini jelas untuk melakukan perubahan dan perbaikan untuk menuju Polri yang jauh lebih baik lagi," ujar Argo.

Ketujuh pejabat yang dicopot tersebut, yakni: Dirpolairud Polda Sulbar Kombes Pol Franciscus X Tarigan ke Pamen Yanma Polri, Kapolres Labuhan Batu Polda Sumut AKBP Deni Kurniawan ke Pamen Yanma Polri; Kapolres Pasaman Polda Sumbar AKBP Dedi Nur Andriansyah ke Pamen Yanma Polri; Kapolres Tebing Tinggi Polda Sumut AKBP Agus Sugiyarso ke Pamen Yanma Polri; Kapolres Nganjuk Polda Jatim AKBP Jimmy Tana ke Pamen Yanma Polri; Kapolres Nunukan Polda Kaltara AKBP Saiful Anwar ke Pamen Yanma Polri; dan Kapolres Luwu Utara Polda Sulsel AKBP Irwan Sunuddin ke Pamen Yanma Polri.[kp/zf]