Kapolri Listyo Sigit Prabowo Berhasil Jadi Teladan Anak Buahnya, Kompolnas: Pejabat Lain Bisa Mencontoh Kapolri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Berhasil Jadi Teladan Anak Buahnya, Kompolnas: Pejabat Lain Bisa Mencontoh Kapolri

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan apresiasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo yang berhasil menjadi teladan bagi jajarannya.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, Kapolri dengan berani meminta maaf dan mengakui atas perilaku anak buahnya yang masih banyak melakukan pelanggaran. Hal tersebut diharapkan menjadi cerminan bagi jajaran kepolisian ke depannya, agar bisa menjadi institusi yang lebih baik.

“Banyak teladan yang dikakukan oleh Kapolri, seperti meminta maaf secara terbuka kepada publik terkait tindakan anggotanya yang melanggar hukum. Nah ini bukannya malah dicibir tapi masyarakat malah merasa senang dan gentelman dari Bapak Kapolri,” ujar Poengky saat Peluncuran dan Bedah Buku ‘Jalan Presisi Kapolri: Aksi, Refleksi, Pandemi, Senin (28/3/2022).

Karena itu, menurut Poengky sejatinya para pejabat di Indonesia ke depan bisa mencontoh Kapolri Sigit ini, yang tidak segan-segan meminta maaf atas prilaku yang dilakukan anak buahnya tersebut.

“Ini contoh para pejabat publik lain agar tidak segan-segan meminta maaf kepada masyarakat jika ada kesalahan yang dilukan oleh anggota. Nah dengan demikian masyarakat akan melihat ‘oh Kapolri saja sudah mengakui akan adanya perbaikan di kemudian hari’,” katanya.

Lebih lanjut, Poengky menuturkan, Kapolri Sigit juga tidak anti terhadap kritik yang dilakukan masyarakat. Pasalnya dia telah membuktikan dengan dibuatnya perlombaan mural pada 2021 silam. Di perlombaan itu masyarakat dibebaskan memberikan kritik kepada institusi kepolisian dengan sebuah karya berupa gambar.

“Itu membuka mata pendidikan ke anggota menjadi tahu bahwa pimpinan saya tidak alergi, pimpinan saya terbuka terhadap kritik jadi bawahannya akan meneladani. Dan masyarakat akan melihat bahwa Kapolri juga terbuka transparan dan akuntabel,” ungkapnya.

Selain itu, Poengky menjelaskan Kapolri Sigit juga harus sigap terhadap laporan-laporan yang dilakukan oleh masyarakat. Sebab di era digital saat ini, banyak kasus yang menjadi viral akibat tidak tertangani dengan baik.

“Tantangan kemajuan teknologi komunikasi, karena masyarakat menjadi wartawan dengan melakukan viral. Sehingga dengan medsos masyarakat yang tidak puas maka ada hal-hal yang diviralkan,” tuturnya.