Kapolda Lampung Targetkan Berantas Begal Pasca Pembakaran Polsek Candipuro

Kapolda Lampung Targetkan Berantas Begal Pasca Pembakaran Polsek Candipuro

Lampung- Pasca pembakaran Polsek Candipuro, Lampung Selatan pada Selasa 18 Mei 2021, Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Hendro Sugianto dengan tegas memerintahkan jajarannya untuk memberantas kasus-kasus begal dalam waktu satu bulan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Polsek Candipuro dibakar oleh warga pada Selasa (18/5) sekitar pukul 23.15 WIB. Warga yang diduga kecewa dengan kinerja kepolisian yang lambat terhadap penanganan aksi kriminalitas di wilayahnya, melakukan unuk rasa ke Polsek Candipuro dan berakhir ricuh hingga melakukan pembakaran. Beruntung tidak ada korban jiwa akibat aksi pembakaran itu

"Kapolda Lampung menegaskan memberikan kesempatan satu bulan terhitung pasca kejadian, tidak ada lagi kasus pembegalan dan harus mampu mengungkap pelaku begal termasuk pencurian kendaraan bermotor termasuk narkoba," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi, Jumat (20/5).

Pandra menegaskan Kapolda bertanggung jawab atas insiden tersebut dan tidak ingin ada aksi kriminalitas berupa begal selama menjabat.

Kapolda juga menekankan kepada jajarannya agar bertindak tegas dalam menindak tindak kriminalitas.

Pandra menambahkan, Polda Lampung tidak segan akan memberikan reward bagi polisi yang berprestasi dan dapat mencapai apa yang telah ditargetkan oleh Kapolda. Namun, ada juga sanksi bagi anggota yang tidak mampu menyelesaikan tugas.

"Kapolda bertanggung jawab. Intinya, selama kepemimpinan beliau sebagai Kapolda Lampung, tidak ada istilah begal," ujar Pandra.

Pihak kepolisian sejauh ini sedang berkoordinasi dengan sejumlah kelompok masyarakat dan tokoh penting lainnya untuk dapat segera menuntaskan keresahan warga. Bupati Lampung Selatan pun ikut membantu dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) untuk mengantisipasi kurangnya jumlah personil polisi.

"Pelaku-pelaku (begal) ini kan sifatnya hit and run. Makanya di situ perlu ada tingkat kewaspadaan sesuai rumus dalam kriminal itu adanya niat pelaku itu dapat diantisipasi melalui kesempatan, kesempatan itu tidak diberikan kepada pelaku," imbuh Pandra.