Dugaan Diintimidasi dan Dikriminalisasi Oknum Penyidik, Polda Sumut Tindaklanjuti Surat Kompolnas Terkait Pengeroyokan di Nias

Dugaan Diintimidasi dan Dikriminalisasi Oknum Penyidik, Polda Sumut Tindaklanjuti Surat Kompolnas Terkait Pengeroyokan di Nias

MEDAN - Polda Sumut akan menindaklanjuti surat Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) terkait kasus pengeroyokan di Nias Barat yang ditangani Polres Nias.
Penegasan itu disampaikan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi saat ditanya mengenai penanganan kasus tersebut, terlebih dengan adanya surat dari Kompolnas yang ditujukan kepada Kapolda Sumut.
"Kita akan tindaklanjuti," ujar Kombes Pol Hadi lewat pesan aplikasi WhatsApp, Kamis (17/6/2021).
Namun ketika ditanya apakah para pihak terkait sudah diklarifikasi, juru bicara Polda Sumut ini mengaku akan menindaklanjutinya juga.
"Ya nanti kita tindaklanjuti," tulis Hadi.
Sebelumnya, Kompolnas menyurati Kapolda Sumatera Utara guna mengklarifikasi atas pengaduan langsung dari Lembaga Bantuan Hukum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (LBH-HIMNI) atas pengeroyokan yang dialami oleh Hasanaha Hia, warga Desa Fadoro, Nias Barat yang diduga dilakukan oleh oknum kepala desa berinisial FH dan dua pelaku lainnya di Nias Barat.
Atas kasus tersebut, korban dan keluarganya diintimidasi dan dikriminalisasi oleh oknum penyidik yang menanganinya. Untuk meminta keadilan, korban melalui LBH-HIMNI menyurati Kompolnas RI.
Selain Kompolnas, terkait kasus yang dialami kliennya ini, LBH-HIMNI juga menyurati Presiden RI, Menkumham RI, Komisi III DPR RI, Komnas HAM, Kapolri, Kabareskrim Polri, Kadiv Propam Polri, dan sejumlah instansi terkait lainnya untuk memohon perlindungan hukum terkait dugaan diskriminasi hukum yang dialami korban dan keluarganya di Polres Nias. [zf]
Sumber: Gosumut.com