Dua Tersangka Oknum Polisi Terlibat Jual Amunisi kepada KKB Papua, Kompolnas: Itu Pengkhianatan terhadap NKRI dan Polri

Dua Tersangka Oknum Polisi Terlibat Jual Amunisi kepada KKB Papua, Kompolnas: Itu Pengkhianatan terhadap NKRI dan Polri

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyesalkan terlibatnya oknum polisi yang menjual amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti mengatakan, tindakan kedua oknum tersebut sama saja dengan berkhianat terhadap NKRI dan Polri. Poengky menghimbau kepada Polda Papua untuk segera memproses secara pidana Brigadir JO dan Bripda AS.

Menurut Poengky, tindakan kedua oknum polisi tersebut dapat dijerat dengan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951. Berdasarkan Undang-Undang tersebut para terduga dapat dijatuhi hukuman mati atau seumur hidup.

"Jika terbukti benar, harus dihukum berat. Atau bisa (dihukum-red) penjara setinggi-tingginya 20 tahun," kata Poengky, Sabtu (30/10/2021).

Poengky menilai, tindakan kedua oknum tersebut sama saja menusuk dari belakang instiusi Polri. Terlebih, saat ini Polri bersama TNI yang tergabung dalam Satgas Nemangkawi sedang gencar memberantas KKB di Papua.

"Sungguh ironis, di satu sisi Polri dan TNI tergabung dalam Satgas Nemangkawi berusaha memberantas KKB di Papua yang sudah melakukan teror kepada masyarakat dan aparat keamanan. Tetapi di sisi lain ada oknum polisi yang malah menjual amunisi ke KKB," ujar Poengky.

Telah diberitakan sebelumnya, Satgas Nemangkawi menciduk dua oknum polisi berinisial yang diduga menjual amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua, pada Rabu (27/10/2021). Penangkapan ini awalnya dilakukan kepada AS yang kedapatan menjual amunisi.

Diketahui kedua oknum polisi tersebut ialah Brigadir JO anggota Polres Nabire dan Bripda AS anggota Polres Yapen. Saat ini keduanya sudah diamankan di Polda Papua untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Dirreskrimum Polda Papua Kombes Faizal Rahmadani membenarkan penangkapan tersebut.

"Kedua personel yang ditangkap Rabu (27/10) yaitu Brigadir JO anggota Polres Nabire dan Bripda AS anggota Polres Yapen dan keduanya sudah diamankan di Polda Papua untuk diperiksa lebih lanjut," kata Faizal, Jumat (29/10/2021).

"Keduanya terindikasi sudah menjual amunisi tersebut ke KKB. Namun kepada kelompok yang mana, hal itu sedang kami dalami," imbuhnya.

KKB merupakan sebutan yang disematkan aparat untuk kelompok separatis Papua. Sementara mereka menyebut dirinya sendiri sebagai Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM). Pemerintah menyebut KKB sebagai organisasi teroris.

Total ada 19 kelompok yang diperangi pemerintah. Pemerintah menggunakan Undang-undang nomor 5 Tahun 2018 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme sebagai landasan hukum.

Dalam beberapa kesempatan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah mengingatkan kepada jajaran Polri dan TNI, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman keamanan dari KKB jelang akhir tahun.[zf/hs/kp]