Drama antara Seorang Pemudik dan Petugas

Drama antara Seorang Pemudik dan Petugas

Karawang - Di tengah pandemi Covid-19 saat ini yang tak kunjung berakhir, beberapa peraturan diberlakukan untuk mengurangi dampak penyebaran virus tersebut. Peraturan terbaru adalah peraturan penyekatan mudik.

Di lapangan, peraturan tersebut memunculkan berbagai drama. Salah satunya seperti yang dikutip dari cnnindonesia.com yang terjadi di Pos Penyekatan Larangan Mudik kawasan Tanjungpura, Karawang, Jawa Barat pada Minggu (10/5) siang.

Petugas sempat memberhentikan  pengendara untuk mengecek keperluan melintas. Pengendara sempat berhenti sebentar, namun pengendara melihat sedikit celah untuk menerobos penyekatan. Tetapi aksinya berhasil digagalkan oleh petugas. 

“Surat kesehatannya mana, disuruh berhenti  malah enggak bisa diatur,” ucap salah satu petugas kepada pengendara tersebut dengan raut wajah nampak kesal. 

Kemudian pengemudi dibawa ke tenda pengamanan dan diperiksa lebih lanjut. Dan ternyata pengendara tersebut ingin melintas ke wilayah Jawa. 

Setelah dilakukan pemeriksaan, karena tidak memiliki surat jalan tes Covid-19 pengendara tersebut harus rela mengikuti tes kesehatan swab antigen secara acak (random) oleh petugas. 

Kejadian di mana pengendara motor mencoba mancari-cari celah dan berusaha meloloskan diri dari penyekatan sudah sering terjadi. Padahal, pengendara itu sendiri bisa membahayakan para petugas yang sedang berjaga. 

Selain harus menahan emosi menghadapi pengendara yang bandel, para petugas harus menahan dahaga dan cuaca panas selama bulan suci Ramadhan ini. 

Hassanudin salah petugas pos penyekatan mudik menegaskan, ia dan rekan-rekan petugas lapangan hanya melaksanakan perintah pimpinan dan menjadi prioritas. 

“Saya itu biasa menentramkan masyarakat, menetralkan gejolak-gejolak kamtibnas, begitu. Sekarang ada di jalan ini, mau enggak mau. Suka enggak suka. Siap grak! gitu,” cetusnya. [Kanda]