Ditegur Tak Kenakan Masker, Seorang Warga  di Bantul Pukul Polisi Hingga Memar

Ditegur Tak Kenakan Masker, Seorang Warga di Bantul Pukul Polisi Hingga Memar

Bantul - Sebuah video amatir beredar seorang warga berinisial WW (46), memukul anggota Polisi Polres Bantul.

Kejadian tersebut diduga, karena WW tidak terima teguran petugas saat memberikan imbauan protokol kesehatan di Pasar Jodhog, Bantul.

Akibat kejadian tersebut, Kanit Binmas yang menegur WW dari Polsek Pandak Bantul ini mengalami mengalami luka memar dan bengkak di bagian pelipis.

Kapolres Bantul AKBP Ihsan menjelaskan kronologi pemukulan itu mengatakan, kejadian bermula saat petugas Kanit Binmas dari Polsek Pandak menegur WW, pria warga Galur Kulonprogo, Yogyakarta tersebut. Yang bersangkutan kedapatan tidak menggunakan masker saat beraktifitas di pasar, pada 16 Juni 2021 lalu. Tindakan peringatan teraebut ditempuh polisi, karena wilayah Bantul saat ini merupakan zona merah pandemi.

Dijelaskan Ihsan, saat petugas melihat seorang pria pengunjung pasar tidak mengenakan masker, maka petugas tersebut memanggil pria itu dengan niat untuk memberikan masker dan imbauan prokes. Namun, mungkin karena merasa malu dan tidak terima dengan panggilan petugas,  pria bernama WW tersebut langsung mendatangi petugas dan memukul petugas di bagian pelipis yang berakibat petugas mengalami luka memar dan bengkak di bagian pelipis.

Sesaat kemudian, warga yang melihat kejadian tersebut langsung mengamankan WW dan menyerahkannya kepada Polisi.

Saat dilakukan pemeriksaan, WW mengaku bersalah dan meminta maaf kepada Polisi. Dia mengaku memukul petugas karena malu dan emosi saat ditegur petugas di hadapan orang banyak. Dia menganggap pada saat kejadian ada banyak orang yang tidak menggunakan masker, namun hanya dirinya yang ditegur petugas.

“WW bakal dijerat dengan Pasal 351 dan 212 KUHP dengan ancaman hukuman dua tahun penjara. Saya meminta masyarakat untuk tidak menghalangi petugas kepolisian yang tengah melaksanakan tugas sosialisi penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran covid-19,” ujar Kapolres.

Menurut dia, sosialisasi prokes saat ini tengah digencarkan oleh Polres Bantul mengingat wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini merupakan peringkat kelima dalam jumlah angka positif covid-19 di Indonesia.