Diskresi Kepolisian di Balik Peristiwa Penjebolan Pagar Penyekat Jembatan Suramadu.

Diskresi Kepolisian di Balik Peristiwa Penjebolan Pagar Penyekat Jembatan Suramadu.

Surabaya – Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Perak memberikan tanggapan atas beredarnya video yang menampilkan jebolnya pagar pembatas di area Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, pada hari Minggu (6/6/2021).
“Itu bukan karena penjebolan. Tetapi memang karena kami yang membuka jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas di area Jembatan Suramadu,” tegas Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Eko Adi Wibowo
Beredar di media sosial yang menampilkan ulah ratusan pengendara roda dua yang menjebol pagar pembatas di Jembatan Suramadu. Para pengendara itu terlihat menerobos pagar dan keluar jalur menjauhi area penyekatan Jembatan Suramadu. 
Video tersebut diunggah akun Instagram, @tante-rempong_officiall disertai tulisan berupa komentar aksi penjebolan itu. "Astaga dijebol lhoo ini. Lokasi Suramadu," tulis akun tersebut.
Video tersebut memancing komentar para netizen juga meninggalkan komentar diunggahan tersebut dan menyebut peristiwa dalam video merupakan upaya pengguna jalan yang menghindari pelaksanaan tes cepat usap antigen masal yang digelar di sekitar lokasi.
"Jadi di Suramadu itu lagi ada antigen swab  massal. Nah warga yang nolak itu, ngebobol pagar biar bisa lolos dari swab. Makanya si bapak itu bilang, 'jebol jebol' gitu paham gak sih wkwkwk," tulis akun @desysimb.
Terhadap peristiwa dimaksud, Eko menyampaikan penjelasan, bahwa pada hari itu temperatur udara sangat panas. Sehingga pihak kepolisian mengambil diskresi membuka jalan untuk mengurai kepadatan lalu lintas.
"Kemarin (6/6/2021) itu kejadiannya menjelang tengah hari, dan kondisi cuaca sedang panas-panasnya," kata Eko kepada Kompolnas.go.id melalui saluran telepon, Senin (7/6/2021). 
Dijelaskan Eko, peristiwa itu merupakan diskresi kepolisian yang dijalankan oleh tim gabungan untuk mengurai kepadatan pengguna jalan di kawasan tersebut. Upaya yang ditempuh kepolisian dengan membuka jalan alternatif bagi pengendara.
"Jumlah pengendara saat itu membludak sekali. Karena di situ ada jalur alternatif, kami mengambil tindakan agar tidak terjadi desak-desakan di antara para pengendara roda dua. Jadi kami yang mencarikan jalan alternatif di situ," jelas dia. 
Ia menegaskan, tidak ada tindakan penjebolan pembatas jalan oleh masyarakat pengguna jalan yang mencoba menghindari tes Covid-19. 
"Jalur alternatif itu yang biasa menjadi terobosan orang-orang. Tetapi tetap dijaga oleh anggota Brimob dan Satpol PP. Seluruh pengendara itu diarahkan ke tempat swab itu, tapi lewat belakang," jelas Eko. 
Karena video yang beredar tersebut tidak men-capture suasana lapangan secara keseluruhan, tambah Eko, maka keberadaan petugas yang ada di tempat tidak turut terekam. Namun Eko memastikan, semua pengguna jalan pun mengikuti tes cepat yang diselenggarakan oleh pihak Pemerintah Kota Surabaya itu.
Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pemerintah Kota Surabaya melakukan penyekatan di Jembatan Suramadu. Pengendara dari Madura yang hendak masuk ke wilayah Surabaya harus menjalani tes swab antigen.
Hal itu merupakan langkah antisipasi yang dilakukan kepolisian dan Pemkot Surabaya, menyusul meningkatnya kasus penularan Covid-19 di Bangkalan, Madura. [hs]