Dari Penggrebekan di Kampung Ambon, Polda Metro Jaya Tetapkan Tujuh Orang Tersangka

Dari Penggrebekan di Kampung Ambon, Polda Metro Jaya Tetapkan Tujuh Orang Tersangka

Jakarta - Pasca penangkapan 49 orang dalam penggerebekan di Kampung Ambon di Kompleks Permata, Kedaung Kali Angke, Jakarta Barat, pada Sabtu (8/5/2021), polisi telah menetapkan sebanyak 7 (tujuh) orang sebagai tersangka.

"Tujuh orang pelaku cukup bukti dan ditingkatkan status sebagai tersangka," ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Mapolres Jakarta Barat, Senin (10/5/2021). Ketujuh tersangka dimaksud adalah FPR (27), GNS (25), SK (45), IK (42), HER (51), RGP (49), GPL (18).

Kepada enam orang tersangka, polisi menjerat Pasal 114 ayat (1) subsidier Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Sementara satu orang tersangka lainnya dikenakan Pasal 111 ayat (1) subsidier Pasal 112 ayat (1) UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Dari tujuh orang yang dijadikan tersangka, dua orang di antaranya merupakan bandar besar. Mereka adalah sepasang suami istri berinisial FPR (27) dan GNS (25). Selain keduanya, bandar lain yang diidentifikasi penyidik adalah Michael Boso yang sebelumnya telah ditangkap Badan Narkotika Nasional (BNN), pada Desember 2020.

Dengan penetapan status tersangka terhadap FPR dan GNS, maka tersisa satu bandar lagi yang masih dalam pemburuan Polisi, yaitu atas nama Zemba. "Satu DPO (daftar pencarian orang) nama Zemba. Saya minta Zemba segera menyerahkan diri. Sampai mana pun, sampai lubang tikus pun kami akan kejar," kata Yusri.

"Ini perusak generasi remaja kita di Jakarta. Saya katakan sampai lubang tikus dikejar! Saya tegaskan, sebaiknya serahkan diri," imbuhnya.

Menurut Yusri, rumah Zemba digeledah polisi, Sabtu pekan lalu. "Saat penggeledahan di rumah (Zemba), kami dapatkan lima senjata api, dua senjata rakitan, tiga airsoft gun. Yang bersangkutan enggak di tempat," imbuh Yusri.

Selama penggrebekan polisi juga menemukan barang bukti lain. Di antaranya adalah ganja seberat 130,17 gram, sabu-sabu seberat 16,74 gram, tembakau sintetis seberat 6,77 gram, ekstasi 1 butir. Selain itu, Polisi juga menemukan 115 buah alat hisap, 16 buah timbangan elektrik, dan satu alat hisap yang di dalamnya terdapat sabu-sabu sisa pakai.

Sejumlah senjata tajam dan senjata api juga disita, yakni dua pucuk senjata api rakitan, tiga pucuk airsoft gun, empat pucuk senapan angin. Selain itu, ada 49 bilah senjata tajam yang terdiri dari 16 pedang, 12 golok, delapan celurit, sembilan badik, dua pisau, satu sangkur, dan satu kampak. Ada juga sembilan butir peluru tajam kaliber 9 milimeter, 15 butir peluru gotri, satu drone, dan sembilan unit sepeda motor [knd]