Dalami Dugaan Pungli Bansos, Polres Metro Tangerang Periksa Tujuh Orang

Dalami Dugaan Pungli Bansos, Polres Metro Tangerang Periksa Tujuh Orang

Tangerang - Polres Metro Tangerang Kota sampai saat ini masih menyelidiki kasus dugaan pungatan liar (pungli) pemberian bantuan sosial (bansos) di Tangerang Kota, Banten.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Deonijiu De Fatima mengatakan, saat ini setidaknya tujuh orang warga telah melaporkan adanya pungli saat mereka menerima bansos. Tujuh warga tersebut kini tengah diperiksa polisi untuk dimintai keterangan.

"Saat ini sudah tujuh orang yang sudah kita mintai keterangan," kata Deonijiu saat dihubungi, Senin (2/8/2021).

Tujuh orang tersebut mengeluhkan adanya pungli  pada saat mereka menerima bansos. Pihak kepolisian masih mencari informasi untuk mengungkap adanya praktik pungli yang dilakukan petugas Pemkot Tangerang Kota terkait penyaluran bansos tersebut.

"Kita mengharapkan aduan dari masyarakat. Sampai saat ini kan masih dalam proses dari penyidik. Ya mudah-mudahan nanti ada sangkut paut atau keterkaitan," ujar Deonijiu.

Sebelumnya, pada Kamis (29/7/2021), polisi telah melakukan klarifikasi terhadap lima orang warga yang melapor terlebih dahulu. Kelima warga tersebut mengeluhkan adanya pemotongan bansos yang mereka terima.

Selanjutnya, kelima warga itu menyebutkan nama dua petugas pendamping bansos PKH (program keluarga harapan) yang diduga bertanggung jawab dalam penyaluran bansos kepada mereka.

Deonijiu mengatakan, pihaknya masih enggan berspekulasi lebih lanjut, terkait pemeriksaan kepada petugas pendamping PKH tersebut. Saat ini pihaknya masih dalam tahap penyelidikan kepada warga yang merasa menjadi korban pungli bansos.

"Belum ada (petugas pendamping PKH diperiksa). Kita mintai keterangan yang menyampaikan informasi (adanya pungli bansos)," ungkap Deonijiu.

Sehubungan dengan kasus dugaan adanya praktik pungli bansos tersebut, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini terkejut, dirinya mendapat laporan adanya pemerina bansos yang dimintai uang kantong kresek, hingga dipotongnya bantuan yang diterima warga.

Temuan itu saat Risma berkunjung ke daerah perumahan warga di Karang, Tangerang pada Rabu (28/7/2021).

Risma pun meminta masyarakat penerima bansos, baik Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH), maupun Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT)/Program Sembako untuk menolak jika diminta pungutan dalam bentuk apa pun.

Mengetahui adanya praktik pungli tersebut, polisi kemudian melakukan penyelidikan. Sejauh ini polisi menemukan dugaan adanya pemotongan bansos sebesar Rp 100 ribu.

Kasubag Humas Polres Metro Tangerang Kota Kompol Abdul Rachim menyampaikan, pihaknya mendapat informasi dari salah seorang warga yang mengaku hanya mendapatkan bansos sebesar Rp 500 ribu per 3 bulan. Padahal nilai bansos itu seharusnya Rp 600 ribu per 3 bulan.

"Pada tahun 2021 penerima bantuan PKH (program keluarga harapan) salah satunya ada menerima bantuan PKH hanya Rp 500 ribu per 3 bulan," kata Abdul dalam keterangannya, Jumat (30/7/2021).[hs/kp]