Bareskrim Resmi Tetapkan Yahya Waloni Sebagai Tersangka, Kompolnas : Kewenangan Menahan Adalah Kewenangan Penyidik

Bareskrim Resmi Tetapkan Yahya Waloni Sebagai Tersangka, Kompolnas : Kewenangan Menahan Adalah Kewenangan Penyidik

JAKARTA - Tim Penyidik Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri berhasil menangkap serta menahan Penceramah Yahya Wahloni terkait kasus dugaan penistaan agama. Yahya Wahloni secara resmi telah ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis (26/8/2021).

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) memberikan apresiasi upaya tim Bareskrim dalam menangani kasus tersebut.

Komisioner Kompolnas Poengky Indarti menyampaikan, Bareskrim telah melaksanakan wewenangnya dengan baik. Menurutnya tim penyidik telah menggunakan sudut pandang subyektif dan objektif sebagai dasar penahanan Yahya Wahloni.

“Kewenangan menahan adalah kewenangan penyidik. Penahanan tersangka YW dilakukan oleh penyidik berdasarkan alasan subyektif dan obyektif sebagaimana dimaksud pasal 21 KUHAP, yaitu jika tidak dilakukan penahanan maka dikhawatirkan Yang Bersangkutan (Yahya Wahloni, -red.) melarikan diri,merusak/menghilangkan barang bukti, dan/atau melakukan kejahatan lagi, serta ancaman hukuman dari pasal yang dilanggar di atas 5 tahun,” ujar Poengky pada Minggu (29/8/2021).

Poengky menambahkan, keputusan tim penyidik menahan Yahya Wahloni dianggap sah, karena alasan-alasan subyektif-objektif telah terpenuhi. Namun, selama penahanan yang bersangkutan (Yahya Wahloni, -red.) tetap harus dipenuhi hak-haknya, termasuk hak atas kesehatan. Sehingga ketika sakit, penyidik merujuk Yahya Wahloni untuk dirawat di RS Polri Kramat Jati. [kp]