AKBP M Diduga Jadikan ABG Budak Seks, Kompolnas: Terancam Hukuman Berat Jika Terbukti

AKBP M Diduga Jadikan ABG Budak Seks, Kompolnas: Terancam Hukuman Berat Jika Terbukti

Jakarta - Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) soroti kasus Perwira Polda Sulawesi Selatan yang ditangkap lantaran diduga memperkosa dan menjadikan ABG putri sebagai budak seks.

Juru bicara Kompolnas Poengky Indarti menyampaikan, Kompolnas akan melakukan pengecekan lebih lanjut ke Polda Sulsel terkait kasus tersebut.

“Kami belum tahu tentang hal ini. Akan kami cek dulu ke Polda Sulsel," kata Poengky kepada wartawan, Selasa (1/3/2022).

Selain itu, Poengky juga mengungkapkan, Kompolnas memberikan apresiasi atas langkah tanggap Polda Sulsel dalam memproses kasus asusila ini. Jika AKBP M terbukti bersalah, maka ada sejumlah sanksi yang mengancamnya.

"Dari berita ini, sudah tepat jika Bid Propam sigap menangani kasus ini. Jika pelaku nantinya terbukti melakukan tindak pidana, maka selain diproses etik dengan sanksi pemecatan, juga harus diproses pidana," ujar Poengky.

Lebih lanjut Poengky menjelaskan, AKBP M dapat dijerat UU Perlindungan Anak jika terbukti bersalah dan ancamannya dapat diperberat.


"Apalagi jika korban masih anak, maka yang bersangkutan harus dikenai pelanggaran terhadap UU Perlindungan Anak dan perlu dikenai hukuman pemberatan," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, Perwira Polda Sulsel AKBP M terduga pemerkosaan remaja putri hingga dijadikan budak seks ditangkap. AKBP M langsung diperiksa oleh Propam Polda Sulsel.

"Langsung diamankan ke Propam," kata Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Komang Suartana, dilansir dari detikSulsel, Selasa (1/3/2022).

AKBP M ditangkap di rumahnya di Kabupaten Gowa, Sulsel, pada Senin (28/2/2022) atau tidak lama setelah heboh pemberitaan soal dugaan aksi pemerkosaan. AKBP M selanjutnya menjalani proses pemeriksaan intensif di Propam Polda Sulsel.

Namun Kombes Komang belum mengkonfirmasi apakah AKBP M diproses kode etik atau pelanggaran disiplin. Dia mengatakan penyidik masih bekerja.

"Diperiksa dulu," katanya.