1.500 Calon Siswa Asli Papua Lolos Uji Seleksi Sekolah Polisi

1.500 Calon Siswa Asli Papua Lolos Uji Seleksi Sekolah Polisi

Manokwari - Sebanyak 1.500 Calon Siswa (Casis) Bintara Polri Afirmasi Otonomi Khusus (Otsus), dinyatakan lulus dalam uji seleksi yang digelar Panitia Daerah (Panda) Polda Papua Barat. Mereka merupakan orang asli Papua (OAP) yang berasal dari Kabupaten Kota yang ada di Papua Barat.

Para Casis kini siap dikirim ke 10 Sekolah Polisi Negara (SPN) di Indonesia untuk menjalani pendidikan. Dan biaya pendidikan bagi mereka dialokasi dari dana Otonomi Khusus.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Tornagogo Sihombing mengatakan, 1.500 Casis Bintara Afirmasu Otsus itu terdiri dari 1.400 pria dan 100 perempuan.

"Itu adalah hasil akhir dari seleksi yang kita lakukan sesuai dengan kuota yang diberikan. Lulus dan tidak lulus adalah hal yang harus terjadi dalam sebuah kompetisi. Bagi yang belum lulus, tetap semangat dan terus berlatih untuk mengikuti tes berikutnya," ujar Kapolda saat pelepasan 2.111 Casis Polri asal Papua Barat di halaman Mapolda Papua Barat, Manokwari, Jumat (23/7/2021).

Sebelumnya, program ini juga telah  dilakukan oleh Kodam XVIII Kasuari dalam penerimaan Bintara Otsus, yang kala itu mendapatkan kuota 1.000 orang. Pemerintah Papua Barat akan mengusulkan untuk kembali membuka penerimaan serupa gelombang berikutnya.

Selain itu, Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Polisi Adam Erwindi mengatakan, selain Casis Bintara Otsus, Polda Papua Barat juga mengirim sebanyak 511 Casis Bintara Polisi Tugas Umum (PTU) yang terdiri dari 505 pria dan 6 wanita, dan juga Eks Catar Panda 2 orang, rekrutmen proaktif 3 orang, Bintara brimob 35 orang, Bakomsus perawat 3 orang Bakomsus Bidan 3 orang, dan Bakomsus TI 54 orang.

"Jadi total casis yang akan diberangkatkan ini 2.111 orang. Dijadikan satu untuk disebar di 10 SPN di Indonesia," ujar Adam.

Selanjutnya, Adam menjelaskan rincian pembagian para Casis yang akan dikirim ke SPN di Indonesia, sebanyak 100 orang dikirim untuk menjalani pendidikan di SPN Polda Sumatera Barat, 100 orang di SPN Polda Riau, 147 orang di SPN Polda Bengkulu, 289 orang di SPN Polda Jawa Barat, 148 orang di SPN Polda Banten, 370 orang di SPN Polda Jawa Tengah, 111 orang di SPN Polda Kalimantan Barat, 35 orang di SPN Polda Maluku Utara, 602 orang di SPN Polda Papua, 50 orang di Pusdik Sabhara, 25 orang di Pusdik Binmas, 25 orang di Pusdik Polair dan 109 orang di Sepolwan.

"Untuk Tamtama Polri, Brimob 31 orang di kirim ke Diktuk Pusdik Brimob dan 5 orang di Diktuk Pusdik Polair," imbuhnya.

Di lain pihak, terkait perekrutan calon siswa SPN tersebut, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menyebut kuota Bintara Otsus yang diberikan hanya 1.500 sehingga tidak mungkin diluluskan lebih dari jumlah kuota. Dominggus menjawab permintaan sejumlah orang tua yang kecewa karena anaknya jatuh pada tahapan akhir seleksi.

Dominggus mengaku bersama DPR, MRPB dan Kapolda telah membicarakan untuk mengusulkan penambahan kuota khusus untuk mereka yang jatuh di seleksi akhir.

"Upaya kita ya mengusulkan penambahan kuota bagi mereka yang jatuh di pantuhir. Tapi kita sebatas mengusulkan, keputusannya ada di tangan Presiden dan Kapolri," pungkasnya.