Home / Berita Kompolnas / Ikut Gelar Perkara Kasus Ahok, Kompolnas: Polri Harus Bebas dari Tekanan

Ikut Gelar Perkara Kasus Ahok, Kompolnas: Polri Harus Bebas dari Tekanan

Jakarta – Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) akan ikut hadir dalam gelar perkara kasus dugaan penistaan agama yang ditudingkan terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kompolnas menegaskan agar Polri haruslah independen dan tidak ditekan siapapun dalam menuntaskan kasus itu.

“Kompolnas akan menjaga agar penyidik Polri bertindak obyektif dan harus terbebas dari tekanan dari siapa pun juga,” anggota Kompolnas Irjen (Purn) Bekto Suprapto saat dihubungi, Senin (14/11/2016).

Bekto mengaku akan datang ditemani 2 anggota Kompolnas lainnya, Andrea Poeloengan dan Poengky Indarti, dalam gelar perkara itu. Dia berharap pengusutan kasus itu dilakukan secara profesional.

“Gelar perkara besok sangat ditunggu masyarakat dan menjadi perhatian masyarakat luas, saya berharap penyidik dapat bertindak profesional dan mandiri. Profesional dengan hanya mengacu pada aturan yang ada dalam KUHAP yang mengatur tentang penyidikan dan Peraturan Kapolri nomor 14 tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan. Mandiri artinya apapun keputusan penyidik Polri harus dapat dipertanggungjawabkan kepada negara, kepada pengawas ekstenal, kepada pengawas internal, dan kepada masyarakat,” jelas Bekto.

Mantan Waka Bareskrim ini juga menegaskan, gelar perkara bukanlah penentu seseorang bersalah atau tidak. Dia mengatakan Kompolnas akan mengawal agar Polri objektif dan terbebas dari tekanan siapa pun.

“Gelar perkara awal untuk menentukan apakah benar telah terjadi perbuatan pidana dan menentukan siapa pelakunya, atau sebaliknya tidak terjadi perbuatan pidana. Gelar perkara bukan kegiatan yang menghasilkan keputusan seseorang bersalah atau tidak bersalah, karena hal tersebut merupakan kewenangan majelis hakim di sidang pengadilan,” ujarnya.
(dhn/fdn)